Wagub NTT Josef Nae Soi
alterntif text

Editorial, Vox NTT-Pernyataan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi yang menyebut virus Corona sebagai ‘flu biasa’ penting untuk disimak lebih jauh. 

“Kalau Corona ini kan flu biasa, minum itu kelor saja sudah beres. Kelor depan rumah banyak-banyak kok, tidak usah takut. Yang kita takutkan adalah kemiskinan, kemelaratan, kebodohan, stunting, itu yang harus kita takuti. Tidak usah takut terhadap Corona,” ujar Josef di pelataran Sahid Timor Hotel.

Josef yang waktu itu baru pulang dari Equador mengaku, selama perjalanan, ia tak pernah menggunakan masker.

“Saya baru saja pulang dari Equador tidak pernah pake masker,” ucapnya.

Soal Corona, menurutnya kadang orang hanya membangun isu untuk membuat orang panik.

“Orang bikin isu ini itu, kita mulai panik. Nanti kita tidak bisa bergaul. Kita boleh waspada. Kenapa kita tidak ributkan DBD di Sikka yang sudah lebih dari 2000 lebih orang penderita. Kok kita ribut dengan Corona,” ungkapnya.

Belakangan, pernyataan yang dirilis VoxNtt.com dan beberapa media lain pada Selasa 3 Maret 2020 itu, menjadi viral dan menuai kritikan publik khususnya netizen. Kritikan dilayangkan pada Wagub Nae Soi.

Wagub NTT, Josef A. Nae Soi saat memotong kue Tar dari Kelor saat meresmikan Resto Kelor dan Jamur di Taman Dedari, Sikumana, Kota Kupang, Selasa 13 November 2018. (Foto: Dok. Humas NTT)

Kala pernyataan itu dirilis, persebaran virus Corona memang belum menanjak tajam seperti yang terjadi hari-hari belakangan ini.

Di tengah ketakutan akan wabah, Wagub Josef sebenarnya menangkap bahaya bahwa sesungguhnya ancaman yang lebih besar datang dari ketakutan itu sendiri. Bahwa bahaya apapun yang datang dapat diatasi dengan baik, jikalau pemerintah dan rakyat menghadapinya dengan tenang tanpa huru-hara.

Jika masyarakat menghadapi situasi ini dengan takut disertai kurangnya sugesti diri, maka tak hanya corona yang bakal datang, tetapi juga penyakit-penyakit lain.

I believe my God, I believe my health an I believe my self,” ucap Nae Soi kala itu.

Untuk itulah, ia mengajak masyarakat untuk membangun benteng pertahanan mulai dari dalam diri. Sugesti dan motivasi diri menjadi sangat penting di tengah situasi genting.

BACA JUGA PROTOKOL KESEHATAN BERIKUT:

Namun sayangnya, situasinya berubah cepat. Wabah Corona menyasar ke segala arah. Ketakutan merajalela.

Di saat kondisi seperti ini, kepastian informasi menjadi penting. Kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, rakyat dan media massa sangat diperlukan. Kita harus bahu membahu, saling melindungi dengan mengikuti protokol serta saling mendukung.

Ingat! musuh bersama kita saat ini adalah virus, bukan pasukan tempur. Ia tak terlihat, namun dengan cekat dapat memangsa ribuan nyawa.

Ini situasi perang. Karena itu, kata-kata maupun komentar di media sosial menjadi penting untuk dijaga. Jangan sampai komentar atau pendapat yang disampaikan justru membuat pemerintah dan tenaga kesehatan kehilangan asa untuk berjuang.

Jangan sampai tanggapan kita meluluhlantakan tekad dan semangat pemerintah (termasuk tenaga medis) untuk melawan wabah.

Atas pertimbangan tersebut, redaksi VoxNtt.com memutuskan untuk mencabut berita tersebut agar persebarannya tidak meluas dan menimbulkan kesimpangsiuran informasi serta melemahkan semangat pemerintah akibat komentar tak enak di Medsos.

Secara etika jurnalistik, kami memang sudah menulis apa adanya didukung dengan rekaman yang jelas tanpa ada satu kata pun yang terpotong (khusus untuk pernyataan langsung narasumber). Sebab prinsip jurnalistik itu menulis apa yang ada bukan apa yang seharusnya ada. Karena itulah dalam dunia jurnalistik wartawan dilarang untuk beropini. Ada kolom khusus jika ingin menulis opini.

Meski demikian, kami menyadari bahwa di tengah perjuangan umat manusia melawan wabah corona, keselamatan dan kejelasan menjadi dasar utama. Jurnalisme kemanusiaan menjadi dasar dan fundasi kami di tengah ancaman bencana wabah yang kian merebak ini.

Berhenti sudah saling menyalahkan apalagi mem-bully dengan kata-kata yang tak sedap. Setiap kesalahan pasti ada pembelajaran yang berharga.

Bukan saatnya kita mengungkit kesalahan. Sebab yang lebih utama adalah keselamatan kita agar tak mati sia-sia dimangsa wabah.

Peluk Erat dari Kami.