Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Warga Malaka: Kalau Kami di Rumah, Siapa yang Beri Makan?
Ekbis

Warga Malaka: Kalau Kami di Rumah, Siapa yang Beri Makan?

By Redaksi26 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aktivitas di Pasar Beiabuk Betun masih ramai lancar, Kamis (26/03/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Pemerintah telah meminta semua lapisan masyarakat agar bekerja dari rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Anjuran pemerintah pusat ini juga sudah sampai di Kabupaten Malaka, NTT. Kendati memang hingga kini daerah tersebut belum terpapar virus corona.

Meski begitu, pantauan VoxNtt.com di jantung Kota Betun ibu kota Kabupaten Malaka, aktivitas masyarakat normal seperti biasanya.

Di Pasar Beiabuk, misalnya, walau sudah diperingatkan pemerintah untuk tidak keluar rumah, namun tampak masih ramai dikunjungi para pembeli.

Sebagai informasi, pasar tradisional ini menjual sayur – mayur, bumbu dapur, sembako, ikan, daging dan kebutuhan pokok lainnya.

Anjuran untuk tidak boleh keluar rumah rupanya belum dijalankan maksimal oleh masyarakat di Kota Betun. Buktinya, warga masih ramai lancar mendatangi Pasar Beiabuk.

“Kalau kami tidak jualan, lalu kami makan apa dan anak sekolah kami bagaimana?” ujar Fetok, salah satu penjual sayur di Pasar Beiabuk kepada VoxNtt.com, Kamis (26/03/2020).

Hal yang sama disampaikan juga oleh rekan pedagang di sekitarnya. Mereka bingung jika harus diam di rumah dan tidak berjualan.

“Tidak mungkin kami jualan online ini sayur dong,” cetus suaminya Fetok, yang menurut Fetok, saban hari setia menemaninya jualan. Sedangkan sore harinya merawat tanaman sayur mereka di kebun.

Tak hanya di Pasar Beiabuk, sejumlah bank di Kota Betun juga tetap melaksanakan aktivitasnya.

Di BNI depan Hotel Sesawi Betun, misalnya, tetap melaksanakan rutinitas bersama nasabahnya.

Meski demikian, tampak di depan pintu masuk bank dan ATM telah disediakan wadah berisi air bersih dan sabun untuk pengunjung agar bisa mencuci tangannya.

Hal ini dikabarkan untuk bisa mencegah Covid-19 .

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Virus Corona
Previous ArticleAntisipasi Covid-19, Fraksi Golkar Tidak Ikut Paripurna di DPRD Manggarai
Next Article Pertimbangan Kemanusiaan, Alasan Pemkab Mabar Lockdown

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.