Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Atasi Covid-19, Pemkab Matim Potong 3 Miliar Anggaran Perjalanan Dinas
KESEHATAN

Atasi Covid-19, Pemkab Matim Potong 3 Miliar Anggaran Perjalanan Dinas

By Redaksi28 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekda Matim Boni Hasudungan (kiri) saat berada di samping fasilitas sanitasi untuk cuci tangan di Terminal Borong
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Dalam upaya penanganan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT menyiapkan dana Rp 3.150.000.000.

Dana tersebut merupakan anggaran perjalanan dinas yang dipotong dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Matim.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Matim Boni Hasudungan saat dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (28/03/2020) pagi.

Boni menerangkan, Pemkab Matim sudah melakukan upaya penyemprotan disinfektan di perkantoran dan fasilitas publik.

Selain itu, Pemkab Matim menyiapkan fasilitas sanitasi untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.

“Di kantor-kantor wajib disiapkan, di pasar dan Terminal Borong sudah disiapkan dan di beberapa tempat lain akan disiapkan,” ujarnya.

Diakuinya, Pemkab Matim juga sudah menyampaikan kepada Kepala Desa dan Lurah agar melaporkan ke petugas kesehatan, jika ada warga atau orang baru datang dari luar wilayah NTT.

“Peran aktif Kepala Desa dan Lurah sangat penting. Melakukan pemeriksaan kesehatan untuk warga yang baru datang tersebut, serta minta kepada yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri (sekaligus menjelaskan bagaimana melakukan sosialisasi mandiri),” pungkas Boni.

Ia menambahkan, Pemkab Matim sudah melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan di pintu masuk Manggarai Timur (di Mano dan Waelengga) terutama pada angkutan umum yang baru datang dari luar daerah.

Apalagi saat ini, kata mantan Kepala Badan Keuangan Matim itu, sangat banyak warga Matim yang kembali dari luar NTT.

Dikatakan, saat ini Pemkab Matim juga tengah melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 kepada masyarakat.

“Hal ini penting, supaya masyarakat tahu apa itu Covid-19, bagaimana menghindarinya, bagaimana menyikapinya jika ada yang terjangkit dan sebagainya. Apalagi ini penyakit baru,” katanya.

Dengan sosialisasi, lanjut Boni, diharapkan seluruh elemen masyarakat memahami, peduli dan ikut ambil bagian dalam mencegah penularan Covid-19.

“Tingkat kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk menanggulangi Covid-19,” imbuhnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Virus Corona
Previous ArticlePetugas Medis Pakai APD Mantel Hujan Bukan dari RSUD Ruteng
Next Article Refleksi Kesaksian Dokter Ateis Italia: “Tanpa Tuhan Kami Tidak Bisa Apa-Apa”

Related Posts

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026
Terkini

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Camat Welak: Pembangunan SPPG 3T Watu Umpu Capai 90 Persen

31 Juli 2026

Julie Laiskodat Sosialisasikan UU Sektor Keuangan di Manggarai, Soroti Bahaya Judi Online

31 Juli 2026

DPRD Manggarai Soroti Maraknya Judi Online, Sebut Ancam Ekonomi dan Kehidupan Sosial

30 Juli 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.