Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kemolekan Kain di Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan Bajo
Ekbis

Kemolekan Kain di Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan Bajo

By Redaksi30 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wati Ontong, pemilik Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan Bajo saat menunjukkan berbagai tenun khas NTT, Senin (30/03/2020) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Ingin mengenal NTT dari tenun khasnya? Mampirlah Anda di Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Di sana, Anda akan menjumpai seluruh jenis kain tenun khas asal provinsi itu dengan beragam corak. Background motif dan warnanya tentu saja berbeda antar daerah satu dengan yang lainnya di NTT.

Di tempat ini ada banyak pajangan hasil tenun ikat dari berbagai daerah. Melihat kemolekan kain khasnya tentu saja bisa mengantar pandangan bahwa banyak orang NTT juga mampu mewarnai benang, menerai benang, menganing, menggulung, menyapuk, menggarat, menyongket, menekat dan menenun.

Dari Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan Bajo, Anda boleh melihat NTT yang penuh keberagaman. Sebab, dapat menjumpai kain tenun dengan kreasi autentik yang khas dari berbagai daerah di NTT.

Sebut saja misalnya, ada beragam warna, corak, dan proses pengolahan, serta teknik pengerjaannya. Semua ini dipadukan untuk menghasil kreasi tenun ikat dengan penuh keindahan.

Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan Bajo sendiri beralamat di Wae Kesambi, tepatnya 100 Meter ke arah timur dari Gereja Wae Kesambi. Di sana, Anda akan menakar kemolekan kain sebagai miniatur NTT dari sisi tenun ikat.

Pemilik Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan Bajo Wati Ontong mengatakan, di tempatnya telah ada beberapa motif khas NTT.

“Kain tenun ini kami ambil dari semua Kabupaten di NTT,” ungkap Wati saat mengajak VoxNtt.com melihat Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan bajo, Senin (30/03/2020).

Ia menjelaskan, tenun ikat yang ada di butiknya tersebut merupakan hasil karya dari penenun-penenun lokal.

“Untuk tenun di Manggarai Barat, saya bekerja sama dengan Dinas Perindakop agar kelompok yang sudah dibina oleh pemerintah memasarkan hasil tenunan di butik ini. Sementara di kabupaten lainnya ada teman-teman saya yang mengambil langsung di penenun dan dikirim ke saya,” jelasnya.

Soal pemasaran sendiri kata Wati, dirinya mengakui tenun ikat NTT tidak kalah dengan tenun di daerah lain.

“Pengrajin selama ini kita beri masukan agar coba kita kreasi bermain di benang selama ini motif kita arahkan penenun,” lanjutnya.

Wati menyebut harga setiap tenun ikat bervariasi. Harga paling murah kata dia, berkisar Rp antara 400.000-Rp 600.000. Sementara yang paling mahal berkisar di angka Rp 2.500.000.

Dia mengungkapkan, ada beberapa jenis tenun ikat yang sangat disukai oleh para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

“Ada beberapa jenis tenun ikat yang wisatawan suka. Yang pertama itu Selendang Selimut, Selendang Biasa, Kain, dan Sarung,” jelasnya.

Terkait pemasaran, dia mengaku bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekanasdra) Provinsi NTT dan Levico Butik.

“Semua tenun di Flores kita juga pasarkan melalui Dekanasdra NTT dan Levico Butik. Jadi pemasarannya sangat jelas,” ujarnya.

Wati berharap agar seluruh masyarakat NTT khususnya masyarakat Manggarai Barat untuk selalu mempromosikan tenun khas NTT. Hal itu agar tenun NTT tetap menjadi idola seluruh wisatawan yang datang di NTT, khusus Labuan Bajo.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Forlavivian Centra Tenun Ikat Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleSaatnya Pemerintah Terbitkan PP Kedaruratan Kesehatan
Next Article Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi 40 Miliar di PDAM Kabupaten Kupang

Related Posts

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.