Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Tangani Covid-19, RSUD Atambua Dapat Dukungan Dana 11,29 Miliar
KESEHATAN

Tangani Covid-19, RSUD Atambua Dapat Dukungan Dana 11,29 Miliar

By Redaksi30 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, dr. Elena Corpputy (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Belu telah mengalokasikan dana penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) kepada RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua sebesar Rp 11.294.850.356.

Saat ini, pihak RSUD Atambua tengah mempersiapkan ruangan isolasi sebagai langkah persiapan penanganan Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Atambua dr.Batsheba Elena Corputty, MARS menjelaskan pihaknya telah menerima alokasi dana tersebut dan sementara mempersiapkan ruangan khusus isolasi.

“Kami sementara persiapkan ruangan khusus isolasi dan progresnya sudah 90 persen, sehingga dalam beberapa hari ke depan ruangannya siap dipakai,” jelas dr. Elena ketika ditemui awak media di Atambua, Senin (30/03/2020).

Terkait dengan rician alokasi dana penanganan Covid-19, mantan Kepala Puskesmas Atambua Selatan ini menjelaskan, pihaknya menggunakannya untuk pembayaran honor dokter, perawat, dan petugas kesehatan khusus penanganan pasien Covid-19.

Selain itu, dana yang diperoleh dari Pemkab Belu ini juga akan digunakan untuk pengadaan barang dan jasa medis.

Itu seperti logistik obat, regen, alat medis habis pakai, pengadaan alat pelindung diri (APD), serta kebutuhan lainnya untuk penanganan Covid-19.

Pihaknya juga menganggarkan biaya makan minum bagi petugas medis selama menangani pasien Covid-19, biaya BBM untuk rujukan, sekaligus biaya perjalanan untuk rujukan pasien.

Selanjutnya, Pengadaan suku cadang alat kesehatan (Alkes) dalam hal ini belanja modal. Termasuk mebel laboratorium beserta perlengkapan Alkes sekaligus pengadaan tempat tidur, bedside monitoring dan inkubasi.

Ruang isolasi khusus yang sementara disiapkan juga akan dilengkapi dengan komputer dan CCTV dan kebutuhan alat rumah tangga berupa tirai plastik, tempat sampah, ember dan kantong jenazah.

Selain itu, pengadaan pakaian khusus bagi pasien dan pakaian kerja khusus bagi petugas sesuai standar untuk penanganan Covid-19, serta dua unit ambulans khusus untuk pelayanan rujukan pasien Covid-19.

Terkait dengan Alat Pelindung Diri (APD), dr. Elena mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan permintaan kepada Pemprov NTT. APD tersebut pun telah berada di Kupang dan dalam proses pengiriman ke Atambua.

“Beberapa hari lalu kami rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kupang, kami mendapatkan sebanyak 10 unit APD dan 40 buah repitest. Sedangkan APD lainnya sesuai informasi dari Pemprov NTT akan mengirimnya ke semua kabupaten,” ujar dr. Elena.

Selain RSUD Atambua, Pemkab Belu juga menyiapkan sejumlah ruangan isolasi
pada gedung pelayanan kesehatan pelabuhan Kementerian Kelautan dan Perikanan, RST Wirasakti Atambua, Haliwen, dan GOR LA Bone yang dapat digunakan bila terjadi lonjakan pasien Covid-19 di RSUD Atambua.

Untuk diketahui, pekan lalu Pemkab Belu telah mengalokasikan dana 13.8 Miliar untuk penanganan Covid-19. Dari total dana tersebut, RSUD Atambua mendapat dukungan dana sebesar 11 miliar lebih.

Sementara, update corona untuk Provinsi NTT, belum ada masyarakat yang divonis positif Covid-19.

Dari data yang diperoleh, hingga Senin (30/03/2020), terdapat 23 orang dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu RSUD Atambua Virus Corona
Previous ArticleUpdate Corona Sikka: 1 PDP, 64 ODP, dan 15 Dinyatakan Sehat
Next Article Pilkada Serentak 2020 Resmi Ditunda

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.