Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Memulihkan Cinta Kepada Allah dan Sesama (Renungan Pastor Mario Kosat)
KOMUNITAS

Memulihkan Cinta Kepada Allah dan Sesama (Renungan Pastor Mario Kosat)

By Redaksi3 April 20204 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pastor Mario Kosat, Pr
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Romo Mario Kosat Pr

      Pastor di Paroki Mater Dollorosa

MANA kala kita dihadapkan dengan penderitaan, penderitaan selalu dilihat sebagai masalah yang paling rumit selama kehidupan kita di dunia. Tidak ada satu usia, tidak ada satu kekuasaan yang kebal terhadap penderitaan. Penderitaan tidak saja masuk dalam gubuk orang yang miskin melainkan juga dialami oleh mereka yang sudah mapan dan kaya.

Penderitaan juga tidak saja dialami masyarakat yang primitif tetapi juga merambah kepada masyarakat yang sudah maju ilmu pengetahuan dan teknologinya. Bangsa yang mutakhir teknologinya sekalipun tidak dapat menahan penderitaan. Siapa yang dapat menahan dan mencegah bencana alam, gelombang Tsunami, gempa bumi, Lumpur panas, wabah penyakit, busung lapar, yang menimpah manusia. Dari jutaan mulut manusia yang menderita menangis dan berjuang hanya terdengar keluhan: Ada apa kau penderitaan? Mau apa kau? Mengapa kau selalu mengganggu keamanan dan kenyamanan kami? Akhirnya manusia kembali mengamini bahwa penderitaan yang dilalami oleh manusia sesungguhnya memiliki hubungan langsung dengan dosa.

Bacaan suci yang barusan kita dengarkan mau menunjukkan kepada kita bahwa manusia selalu mengaitkan penderitaan yang dialaminya dengan dosa. Diceritakan bahwa ada sekelompok orang yang datang kepada Yesus membawa khabar bahwa darah orang-orang Galilea telah dicampur oleh Pilatus secara mengerikan dengan darah persembahan. Akan tetapi jawaban yang diberikan oleh Yesus sesungguhnya mau menandaskan satu kenyataan bahwasannya tidak ada hubungan langsung antara dosa dengan celaka/ penderitaan, sebab ada orang baik yang menderita bukan karena dosa tetapi malapetaka yang menimpa bangsa dimaksudkan oleh Allah sebagai satu ajakan agar manusia bertobat dan menaruh harapan kepada Allah. Jika kamu tidak bertobat, kamu akan binasa atas cara demikian. Ajakan Yesus ini, mau menegaskan bahwa dosa kita, salah kita membuat orang lain menderita. Di sini segala penderitaan dan bencana yang menimpa manusia sebagai peringatan kepada manusia supaya bertobat sekaligus menegaskan penderitaan yang menimpa manusia sebagai satu pekerjaan Allah yang harus dinyatakan kepada manusia.

Ajakan Yesus untuk bertobat menunjukkan kemurahan hati Allah dan Cinta-Nya kepada manusia. Allah Sungguh mencintai manusia dan tidak menghendaki manusia terus-menerus mengalami penderitaan. Tuhan senantiasa memberikan manusia waktu untuk kembali kepada-Nya. Kisah tentang Pohon Ara yang tidak berbuah manandakan kesabaran hati Allah. Tuan kebun dalam perumpamaan Yesus yang mau menebang pohon itu dihalangi oleh oleh tukang kebun agar dia diberi kesempatan setahun lagi untuk memperhatikan pohon itu. Dengan mencangkul tanah disekelilingnya dan memberi pupuk. Satu optimisme dalam diri tukang kebun bahwa pohon ara akan menghasilkan buah berlimpah kalau tuannya memberikan kesempatan kepadanya.

Allah kita adalah Allah yang tidak pernah ingkar janji. Ia Sungguh Setia kendatipun manusia tidak setia. Kesetiaan Allah ini mau menunjukkan bahwa Allah sungguh mencintai manusia dan tidak menghendaki manusia hidup dalam penderitaan.  Asalkan manusia kembali kepada Allah. Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuah. Dengan demikian kita Akan diselamatkan.

Kahlil Gibran seorang penyair dari Libanon dengan sangat indah melukiskan hakekat Cinta: Cinta tak memberikan apa-apa kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh; pun tak mengambil apa-apa kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki; karena cinta telah cukup untuk cinta. Apabila kau mencintai jangan berkata “Tuhan ada dalam hatiku”, tetapi sebaliknya engkau merasa , aku berada dalam Tuhan. Pun jangan mengira bahwa kau dapat menentukan arah cinta, karena cinta pabila kau telah dipilihnya akan menentukan perjalanan hidupmu.

Pengenalan mistik Gibran tentang cinta menggambarkan kedalaman nilai itu. Hakekat cinta itu memang demi orang yang dicintai. Dalam kerangka inilah Kristus hadir di tengah umat manusia. Ia ada sepenuhnya untuk kita. Ganjaran bagi Kristus adalah keselamatan umat manusia itu sendiri. Yang dituntut dari manusia adalah mencintai Tuhan dan sesama manusia seperti dirinya sendiri.

Semoga dengan penyelasan dan tobat kita kembali memulihkan cinta kita kepada Allah dan sesama. Amin.

Renungan ini dibawakan pada Ibadat Tobat dan Absolusi Umum, Jumat (02/02/2020) di Paroki St Maria Dollorosa SoE.

TTS
Previous ArticleJumlah ODP Terus Bertambah, Ini Imbauan Bupati TTU
Next Article Gelar Ritual Adat, 27 ODP di TTU Segera Jalani Karantina Terpusat

Related Posts

Romo Julivadis Tanto: Fasilitator Katekese Bukan Penguji Umat, tetapi Sesama Peziarah Iman

14 Februari 2026

GAMKI NTT Luncurkan Orela TV, Angkat Isu Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

11 Februari 2026

Peringati Hari Pers Nasional, Wartawan di Manggarai Barat Salurkan Sembako ke Warga Pesisir

8 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.