Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Bukan Pokir, Ini Pos APBD Sikka yang Mesti Dialihkan untuk Penanganan Covid-19 di Sikka
KESEHATAN

Bukan Pokir, Ini Pos APBD Sikka yang Mesti Dialihkan untuk Penanganan Covid-19 di Sikka

By Redaksi6 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Sikka, Stef Say
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Sikka telah mengusulkan anggaran untuk membiayai pencegahan dan penanganan Covid-19.

Meski belum ada penetapan ada wacana seputar pengalihan sejumlah pos APBD untuk membiayai pencegahan dan penanganan Covid-19 di Sikka.

Salah satu pos anggaran yang sempat disebut-sebut adalah alokasi APBD yang diusulkan melalui DPRD yang biasa disebut Pokok-pokok Pikiran alias Pokir.

Meski demikian, anggota DPRD asal Dapil Sikka 3 Partai Gerindra, Stef Say menegaskan tidak benar bila Pokir dipangkas.

Menurutnya, Pokir adalah belanja langsung ke masyarakat yang bersumber dari aspirasi masyarakat.

“Harus relevan dengan himbauan dari pusat. Baik Jokowi maupun Sri Muliyani menegaskan agar belanja langsung yang bersentuhan dengan masyarakat tidak boleh diganggu,” tegasnya kepada VoxNtt.com, Sabtu (04/04/2020).

Menurutnya, ada beberapa pos anggaran lain yang seharusnya dipangkas atau dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Pertama, uang perjalanan dinas. Menurutnya, uang perjalanan dinas senilai Rp 50 Miliar yang terdiri atas Perjalanan Dinas Luar Daerah dan Perjalanan Dinas Dalam Daerah dapat dialihkan sebagian.

Bila masa karantina diproyeksikan berlangsung sampai 29 Mei, maka praktis tidak ada perjalan dinas.

“Kita pangkas 3 bulan kita bisa dapatkan kurang lebih Rp 15 Miliar dengan perkiraan dalam masa normal sebulan membutuhkan Rp Miliar perjalanan dinas,” ungkapnya.

Kedua, pembiayaan UN untuk SD dan SMP. Dengan ditiadakannya UN maka dana tersebut tidak dipakai.

Oleh karenanya, mantan calon Wakil Bupati Sikka tersebut menganjurkan pembiayaan Ujian Nasional (UN) turut dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Ketiga, pembiayaan untuk program jaminan sosial kesehatan bagi rakyat Sikka.

Sebelumnya, pemerintah telah menganggarkan sesuai Perpres 75 Tahun 2019 yang mana terjadi kenaikan 100 persen iuran.

Belakangan, Perpres tersebut dibatalkan MA. “Kelebihan dana untuk jaminan kesehatan kita alihkan untuk penanganan Covid-19,” tandasnya.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

DPRD Sikka Sikka Virus Corona
Previous ArticleDemonstran Lambelu Belum Dipulangkan, Kapolres Sikka Berdalih Bukan Penahanan
Next Article Corona Mulai ‘Makan Korban’, Tukang Ojek sampai Petani Keluhkan Kesulitan Ekonomi

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.