Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Cerita Ketua Partai di Sikka, Cari Masker Sampai Ende untuk Wartawan dan Keluarga
KESEHATAN

Cerita Ketua Partai di Sikka, Cari Masker Sampai Ende untuk Wartawan dan Keluarga

By Redaksi9 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua PKPI Sikka, Hildegardis Sunur memakaikan masker kepada perwakilan Aliansi Wartawan Sikka, Vianey Tinton (Foto: Are De Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Kelangkaan masker di Sikka bukan hanya dirasakan oleh masyarakat. Politisi dengan kemampuan finansial dan akses jaringan pun sulit mendapatkan masker.

Ini yang dialami oleh Ketua PKPI Sikka, Hildegardis Sunur. Usahanya mendapatkan masker di Maumere tak membuahkan hasil. Akhirnya, Hildegardis baru mendapatkan masker di Ende. Itu pun dengan harga Rp 500.000 rupiah per kotak.

Masker tersebut dimaksudkan untuk diberikan kepada wartawan dan keluarga serta warga yang tak mampu.

“Kami tahu masker sedang langka dan teman-teman wartawan yang berada di garis depan untuk mengabarkan informasi tentu juga perlu dilindungi,” terang Hildegardis Sunur kepada awak media di Central Cafe, Lokaria, Kamis (09/04/2020).

Baca: Jurnalis Juga Manusia

Menurutnya, wartawan seharusnya dilindungi. Sebab aktivitas di lapangan membuat wartawan rentan terhadap ancaman penularan Covid-19. Oleh karenanya, dia meminta wartawan di Sikka agar menjaga kesehatan.

Selain masker medis, Hildegardis dan rekan-rekannya juga menyiapkan masker kain hasil karya penjahit di Maumere.

Selain kepada wartawan, masker-masker juga dibagikan ke warga pengguna jalan.

Rencananya, PKPI akan terus membagikan masker kepada masyarakat, namun dilakukan secara bertahap.

“Kita kesulitan mendapat masker jadi kami masih pesan selain yang medis juga yang jahitan biar bisa dicuci. Kami berharap masyarakat mendengarkan imbauan pemerintah untuk berdiam di rumah. Boleh keluar rumah kalau memang penting dan mendesak,” tegasnya.

Hildegardis Sunur didampingi oleh dua anggota DPRD Sikka dari PKPI yakni Higinius Klaudius Daga dan Alfridus Aeng.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

PKPI PKPI Sikka Sikka Virus Corona
Previous ArticleAda 3 PDP di RSUD T.C Hillers Maumere, Pemkab Sikka Masih Tunggu Hasil Lab dari Surabaya
Next Article Partai Golkar Sumbang APD untuk RSUD Ben Mboi Ruteng

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.