Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Oknum PNS asal Matim Ditemukan Bersama 4 PSK di Kamar Hotel, SS: Mereka Minta Hotspot
HUKUM DAN KEAMANAN

Oknum PNS asal Matim Ditemukan Bersama 4 PSK di Kamar Hotel, SS: Mereka Minta Hotspot

By Redaksi10 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polres Manggarai mengamankan oknum PNS asal Manggarai Timur berinisial SS (55) yang ditemukan bersama empat remaja putri PDP (17), SK (16), KD (18), MAS (18) di sebuah kamar hotel di Ruteng, Kabupaten Manggarai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Teka-teki identitas oknum PNS asal Manggarai Timur (Matim) yang diamankan pihak Kepolisian Resort Manggarai
di sebuah kamar hotel di Ruteng, Rabu (08/04/2020), sekitar pukul 21.00 Wita, mulai terkuak.

Camat Elar Selatan Stephanus Lamar membenarkan bahwa SS (55) yang ditemukan tengah bersama empat remaja putri PDP (17), SK (16), KD (18), dan MAS (18), adalah salah satu stafnya. SS bekerja di Kantor Camat Elar Selatan.

Baca: Tak Peduli Covid-19, Satu Oknum PNS asal Matim Ditemukan Bersama 4 PSK di Kamar Hotel

Kepada VoxNtt.com, Jumat (10/04/2020) pagi, Camat Stephanus mengaku, dirinya sudah meminta penjelasan dari SS pada Kamis (09/04) malam, di rumah jabatan Camat Elar Selatan di Wukir.

SS melalui Camat Stephanus mengatakan, saat petugas memasuki hotel, pintu kamar yang disewa oleh SS dalam keadaan terbuka.

“4 perempuan itu duduk jejer di pinggir tempat tidur dan yang bersangkutan duduk di pinggir belakang tempat tidur. Jadi mereka minta gratisan paket data dan hotspot kepada SS,” jelas Camat Stephanus.

Ia juga mengatakan masalah itu sudah diselesaikan di Polres Manggarai Rabu malam. Bahkan SS malam itu juga kembali ke hotel dan menginap di kamar yang sama, bukan dengan perempuan.

“Kemarin setelah tugas pantau di wilayah Mamba yang bersangkutan ke Ruteng untuk beli obat untuk bapanya,” ucap Stephanus.

Karena yang bersangkutan kata dia, mulai hari Selasa dan Rabu ditugaskan untuk memantau posko Covid-19 dan nendampingi para Kades di wilayah Mamba terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Camat Stephanus juga merespon pernyataan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Yustina Ngidu yang akan memanggil SS.

“Itu kewenangannya BKD untuk memanggil setiap ASN melalui pimpinan unitnya untuk meminta penjelasan rinci yang bersangkutan terkait suatu pemberitaan yang terindikasi sangat berisiko, baik terhadap yang bersangkutan, orang lain/keluarga besar ASN, pemerintah kecamatan dan kabupaten,” tukasnya.

Baca: Stafnya Diduga Dipergok Polisi Bersama 4 PSK di Ruteng, Ini Respon Camat Elar Selatan

“Biar semuanya jelas sehingga bisa diberi tindakan atau solusi apa yang diberikan agar selesai dengan baik,” tambahnya.

Coreng Nama Baik Institusi

Sementara itu, tokoh muda Manggarai Timur Maximilianus Herson Loi mengatakan, hal yang dilakukan oleh oknum ASN tersebut merupakan perilaku yang sungguh memalukan dan mencoreng nama baik institusi.

Apalagi menurut pria yang akrab disapa Herson itu, SS melakukan hal tersebut di tengah kondisi bangsa yang sangat darurat virus corona atau Covid-19.

“Imbauan untuk menjaga jarak guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tidak diindahkan. Padahal imbauan tersebut berasal dari pemerintah,” katanya.

“Dan oknum ASN tersebut juga merupakan bagian integral dari pemerintah yang sebenarnya menjadi corong terdepan untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintahan terkait menjaga jarak aman. Namun hal itu tidak dilakukan SS. Ini bentuk pembangkangan,” tegas Herson.

Sebagai masyarakat pria yang kini tinggal di Elar Selatan itu, merasa malu dengan perilaku oknum ASN tersebut.

Ia pun meminta kepada Bupati Manggarai Timur Agas Andreas untuk mencopot oknum ASN tersebut.

Ia juga meminta kepada Kapolres Manggarai Timur untuk segera mengambil langkah hukum, memproses oknum ASN tersebut.

Itu karena dinilai sudah melanggar Maklumat Kapolri dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, khususnya yang terkait dengan kebijakan pencegahan dan penanggulangan Covid- 19.

Koordinator bidang advokasi AMAN Flores Barat itu juga berharap prilaku seperti tidak ada lagi. ASN kata dia, harus bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat banyak.

“Karena apa yang dilakukan oleh ASN itu merupakan cermin bagi masyarakat. ASN harus bisa menjaga intergritas dan kredibilitas intitusi sebagai aparatur Negara,” ucapnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Elar Selatan Manggarai Timur Matim Polres Manggarai
Previous ArticleGolkar NTT Bantu APD untuk RSUPP Betun
Next Article Di Nagekeo, Pria yang Diduga Dokter Kabur dari Posko Covid-19

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.