Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Bandara Belum Ditutup, Pemprov NTT Minta Operasional Maskapai Dibatasi
Ekbis

Bandara Belum Ditutup, Pemprov NTT Minta Operasional Maskapai Dibatasi

By Redaksi20 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka (tengah), didampingi Kepala Biro dan Protokol setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu dan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur NTT, Senin, 20 April 2020 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta Operasional maskapai Penerbangan untuk masuk ke wilayah Provinsi itu dibatasi.

Pemprov juga meminta agar pengelola Bandara dalam hal ini angkasa Pura 1 untuk mengurangi jam operasionalnya.

“Dari yang kalau biasanya, dari pagi sampai malam. Berkaitan dengan pencegahan ini kita minta supaya jam operasional dikurangi. Menjadi sampai jam 6 sore saja,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Senin (20/04/2020)

Menurutnya, di NTT masih dilayani oleh Wings Air dan NAM Air.

“Kalau keluar masih ada Garuda Indonesia, Lion Air,” tutur Isyak

Ia mengatakan, untuk maskapai Lion Air sudah mengurangi jam penerbangannya.

“Sesungguhnya ini tanpa kita minta pun, maskapai Lion Air sudah mengurangi jam penerbangannya. Memang ada penerbangan malam seperti dari Makassar itu masih. Ke depan kita minta supaya bisa dikurangi sampai jam 6 sore saja, ” katanya

Menurut dia, saat ini kebijakan pemerintah provinsi NTT masih tetap sama. Tidak berubah sebagaimana sudah dijelaskan sebelum-sebelumnya.

“Jadi, kalau di Bandara belum kita tutup. Tetapi yang terjadi adalah pengurangan frekuensi penerbangan itu disebabkan karena air line sendiri yang mengambil kebijakan demikian,” pungkasnya.

Sementara untuk transportasi laut ujar dia, frekuensinya sudah mulai berkurang, terutama kapal-kapal Pelni.

“Mungkin satu dua hari viral di media, khususnya di pintu masuk Sape-Labuan Bajo dan di Waingapu, itu masih ada. Lebih banyak dikarenakan ketidaktahuan dari para saudara-saudara kita, terutama anak-anak mahasiswa kita dan juga para pekerja yang tidak mendapatkan informasi adanya pelarangan ini, “ujarnya

“Terhadap mereka kita masih memberi toleransi, semata-mata alasannya kemanusiaan karena ketidaktahuan mereka. Sekali lagi saya tekankan karena ketidaktahuan mereka terhadap informasi, ” lanjut dia.

Dari waktu ke waktu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi. Itu terutama sesama dinas perhubungan.

“Baik kadis perhubungan di Nusa Tenggara Barat, di Bali, di Jawa Timur, bahwa kita di NTT mengambil kebijakan dalam rangka pencegahan covid-19 secara lebih meluas dengan cara melarang penumpang untuk tidak melakukan perjalanan,” pungkasnya.

Kebijakan ini menurut dia, sejalan dengan himbauan larangan pemerintah untuk melakukan social distancing.

“Tidak keluar dari rumah. Kalau kita lihat untuk beribadah kepada Tuhan saja, kita tidak ke Masjid, kita tidak ke Gereja. Kita harapkan saudara-saudara kita untuk tidak melakukan perjalanan. Muda-mudahan ini menjadi efektif untuk Minggu-minggu kedepan, ” ungkapnya.

Ia menegaskan, untuk Bandara dan Pelabuhan tidak ditutup.

“Silakan beroperasi. Yang kita larang adalah hanya penumpang, ” imbuhnya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

covid-19 Kota Kupang Pemprov NTT Virus Corona
Previous ArticleDi Tengah Pandemi, Bidan Priska Tak Gentar Bantu Ibu Melahirkan di Mobil Truk
Next Article Pulang dari Daerah Covid-19, Bupati Agas: Para Suami Jangan Dulu Peluk Istri

Related Posts

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026

DPRD NTT Minta 9.000 PPPK Guru dan Nakes Tak Diberhentikan

5 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.