Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Hasil Pemeriksaan Swab di Kupang, Satu Lagi Klaster Sukabumi Positif Corona
KESEHATAN

Hasil Pemeriksaan Swab di Kupang, Satu Lagi Klaster Sukabumi Positif Corona

By Redaksi9 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere (tengah) saat memberikan keterangan pers di kantor Gubernur NTT, Sabtu, 9 Mei 2020 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Berdasarkan hasil pemeriksaan Swab dengan metode PCR yang dilakukan RSUD W.Z Johannes Kupang, satu lagi pasien dari klaster Sukabumi dinyatakan positif Covid-19.

Dengan demikian, jumlah pasien dari klaster Sukabumi yang positif menjadi 9 orang.

“Tahap awal kita lakukan pemeriksaan untuk 24 sampel Swab dengan prioritas pertama bagi saudara-saudara kita dari klaster Sukabumi. Dari 8 yang positif Covid-19, hasilnya 4 negatif. 4 masih positif. Mereka masih dalam perawatan sesuai penatalaksanaan Covid-19. Tapi semua kondisinya stabil,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Sabtu (09/05/2020) sore.

Ia mengungkapkan, dari klaster Sukabumi ini akan dilakukan pemeriksaan ulang karena ada yang menunjukkan tanda positif.

“Jadi khusus untuk klaster Sukabumi bertambah satu positif menjadi 9 orang. Jika nanti dari 4 yang sampel Swab-nya negatif dan dilakukan pemeriksan ulang dan dua kali negatif, maka akan ada penurunan angka tadi dari 9 orang itu,” kata dr. Domi.

dr. Domi menjelaskan, mesin PCR real time yang ada di RSUD W.Z Johannes Kupang adalah mesin yang awalnya digunakan untuk pemeriksaan HIV/AIDS.

“Mesin yang sama kita lakukan beberapa penambahan komponen dan modifikasi untuk digunakan dalam pemeriksaan Covid-19. Jadi perlu adaptasi sehingga tahap awal ini kita tidak running sesuai kekuatan maksimal 96 atau 48 sampel sekaligus,” katanya.

Ia mengatakan, dalam pemeriksaan Swab ini selalu kombinasikan dalam penanganan dengan fokus pada deteksi dini.

“Kita tidak mau ada transmisi lokal. Perlu disiplin dalam penggunaan masker karena masih banyak yang tidak gunakan masker di area publik. Taatilah protokol kesehatan jika tidak maka bisa terjadi transmisi lokal. Jika terjadi itu maka yang butuh energi ekstra,” ujarnya

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Pemprov NTT Virus Corona
Previous ArticlePaket EB-RTS Dorong Visi Besar “Malaka Bangkit”
Next Article Gelar Rapat Virtual, DPW NasDem NTT Bahas Empat Agenda

Related Posts

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026

DPRD NTT Minta 9.000 PPPK Guru dan Nakes Tak Diberhentikan

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.