Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pemkab Sikka Siapkan Langkah Penanganan Pasca 8 Kasus Positif Covid-19
KESEHATAN

Pemkab Sikka Siapkan Langkah Penanganan Pasca 8 Kasus Positif Covid-19

By Redaksi14 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Sikka, Robi Idong didampingi Satgas Covid- 19 Sikka (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Pasca pengumuman hasil pemeriksaan sampel Swab dari Sikka oleh Satgas Covid-19 NTT, Pemkab langsung mempersiapkan sejumlah langkah.

Langkah pertama adalah memindahkan 8 eks penumpang KM Lambelu yang positif Covid-19 ke Ruang Isolasi RSUD dr.T.C Hillers Maumere.

Selanjutnya, melakukan tracking terhadap kemungkinan kontak yang telah dilakukan 7 dari 8 orang positif.

Pasalnya, hanya 1 di antaranya yang bertahan di lokasi karantina terpusat yang disediakan Pemkab Sikka. Sisanya, sempat pulang ke kampung menjalani karantina di rumah atau pun di tempat yang disediakan Pemerintah Desa.

“Kita akan lakukan penelusuran dipimpin oleh Bapak Kapolres Sikka,” ujar Bupati Sikka, Robi Idong usai rapat dengan Satgas Covid-19 Sikka di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Terkait sisa 51 sampel yang belum diperiksa, Pemkab Sikka mengantispasi melonjaknya jumlah kasus positif.

“Kalau melampui kapasitas ruang isolasi atau lebih dari 19 orang maka kita akan kosongkan sebagian ruangan di rumah sakit dr.T.C. Hillers untuk dijadikan ruang isolasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Sikka telah berkoordinasi dengan 2 rumah sakit swasta di Sikka untuk dijadikan lokasi perawatan pasien umum.

Selain itu, 80 warga karantina lainnya akan tetap menjalani karantina dengan tetap menjalani karantina termasuk 12 orang yang negatif berdasarkan pemeriksaan Swab.

Warga karantina akan kembali menjalani rapid test dan pengambilan Swab setiap 7 hari. Oleh karenanya, Robi Idong berharap dalam waktu dekat catridge untuk laboratorium bisa segera datang sehingga pemeriksaan Swab bisa dilakukan di Sikka.

“Ke depan harus intens pemeriksaan Swab setiap 7 hari. Kita berharap dalam waktu dekat catridge sudah sampai dan kita bisa lakukan pemeriksaan Swab di Sikka,” tandasnya.

Robi berharap masyarakat Sikka tidak panik dan tetap mematuhi protokol kesehatan serta imbauan pemerintah.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Robi Idong Sikka Virus Corona
Previous Article8 Klaster KM Lambelu Positif Corona di Sikka Berasal dari 3 Kecamatan, 7 Orang Sempat Pulang Rumah
Next Article Jumlah Kredit Bermasalah di Bank NTT Cabang Kefamenanu Alami Peningkatan

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.