Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Lamba Leda Punya 12 Daya Tarik Wisata, AHP: Lebih Cocok Pariwisata Ketimbang Tambang
Ekbis

Lamba Leda Punya 12 Daya Tarik Wisata, AHP: Lebih Cocok Pariwisata Ketimbang Tambang

By Redaksi9 Juni 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gua alam Cingcoleng, tempat wisata di Desa Tengku Leda, Kecamatan Lamba Leda (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata sudah melakukan pendataan terkait daya tarik wisata yang ada di wilayah itu.

Dalam buku profil daerah Kabupaten Manggarai Timur tahun 2019 dijelaskan pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang sedang digalakan
pemerintah kabupaten ujung timur Manggarai itu.

Hal itu dikarenakan memiliki kontribusi yang cukup besar bagi peningkatan pendapatan negara/daerah, juga turut memicu pertumbuhan dan perkembangan sektor-sektor lainnya terutama sektor pertanian, perekonomian, industri perdagangan dan jasa.

Sehingga dengan berkembangnya sektor itu taraf kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan wisata dapat meningkat.

Dijelaskan, penataan dan pengelolaan aset-aset wisata serta dukungan ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata dalam jumlah dan kondisi yang memadai, sangat penting dilakukan dalam rangka menciptakan aset-aset wisata potensial dan memiliki daya tarik yang tinggi bagi wisatawan.

Apalagi, Kabupaten Manggarai Timur memiliki beraneka ragam obyek wisata yang menawarkan berjuta keindahan dan nilai-nilai inspiratif bagi yang menikmatinya.

Baca: Menikmati Sensasi Panorama Gua Cingcoleng di Manggarai Timur

Pesona alam yang indah, warisan budaya dan kesenian yang tinggi dan menarik, aneka ragam adat istiadat, peninggalan masa lampau yang bernilai, serta keramahan masyarakatnya merupakan daya tarik yang besar bagi wisatawan baik domestik maupun manca negara yang datang berkunjung ke Kabupaten Manggarai Timur.

Dinas Pariwisata mencacat sebanyak 119 Daya Tarik Wisata di kabupaten itu terdiri dari wisata alam, wisata budaya dan wisata religi yang tersebar di sembilan kecamatan.

Daya Tarik Wisata Lamba Leda

Di tengah pro-kontra soal pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, ternyata kecamatan Lamba Leda memiliki potensi wisata yang belum dikembangkan.

Dinas Pariwisata Manggarai Timur menyebutkan Kecamatan Lamba Leda memiliki 12 daya tarik wisata.

Ke 12 itu yakni, Tiwu Cewe di Desa Golo Lencur, (Goa Alam Werwitu, Liang Wusu dan Liang Bone, Gua Alam Cincoleng, Kampung Tua Compang Baju Manurung dan Cunga Bura) di Desa Tengku Leda, Kampung Tua Poser di Rana Masa.

Di desa Satar Padut yakni Pantai Nanga Lirang, Tanjung Kurbaja, Pantai Laing Lewe, Kampung Tua Ninge (Kampung tua yang tenggelam).

Kendati demikian, potensi ini pun bak surga tersembunyi yang ada di bumi Lamba Leda.

Menanggapi hal itu, anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTT 1 Andreas Hugo Pereira mengatakan wilayah Flores dan Manggarai Timur khususnya lebih cocok untuk mengembangkan potensi wisata ketimbang tambang.

“Saya setuju dengan semua fakta yang anda tulis di atas, dan menurut saya Flores, termasuk Manggarai Timur lebih tepat mengembangkan wisata/ekowisata, pertanian, peternakan, ketimbang tambang. Apalagi di wilayah-wilayah yaang subur,” kata pria yang kerap disapa AHP itu saat diwawancarai VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Senin (08/06/2020) siang.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan sudah banyak contoh di beberapa daerah di Indonesia, di mana ada daerah pertambangan yang rakyatnya tidak sejahtera.

Yang makin kaya kata AHP adalah investor, rakyat jual murah lahannya yang produktif, setelah dieksplotasi justru meninggalkan lubang-lubang galian, alam yang rusak, longsor, juga bencana untuk generasi yang akan datang.

“Saya pikir lebih baik kita merawat modal alam darat dan laut dan mengembangkan potensi SDA serta budaya kita utk pariwisata dan ekowisata ketimbang kita berpikir menjadi wilayah industri,” ujarnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

AHP Lingko Lolok Manggarai Timur Matim
Previous ArticlePaket Hery-Heri Resmi Bentuk Tim Kerja Pemenangan Pilkada Manggarai
Next Article Proyek Senilai Miliaran Rupiah Diduga Mubazir, Kades Kotafoun Diadukan ke Kejari TTU

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.