Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Pemerintah Pusat Fokus Kembangkan Kawasan Perbatasan
NASIONAL

Pemerintah Pusat Fokus Kembangkan Kawasan Perbatasan

By Redaksi18 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menkopolhukam, Mafhud MD (tengah/berdasi) saat tiba di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, NTT (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Pemerintah Pusat melalui sejumlah Kementerian fokus untuk mengembangkan kawasan perbatasan di beberapa daerah di Indonesia.

Termasuk tiga kawasan perbatasan yakni PLBN Motaain di Belu, PLBN Motamasin di Malaka PLBN Napan di TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keseriusan Pemerintah Pusat untuk mengembangkan industri dan perekonomian masyarakat ini disampaikan Menkopolhukam, Mafhud MD saat melakukan kunjungan bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Carnavian di Kabupaten Belu, NTT, Kamis (18/06/2020).

Diwawancarai awak media usai melakukan rapat tertutup di PLBN Motatain, Mafhud mengatakan, dirinya bersama Mendagri Tito melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, dalam rangka percepatan kawasan daerah perbatasan, di mana PLBN Motaain merupakan salah satu pos lintas batas.

Menurutnya, Presiden Jokowi memberikan perhatian serius agar kawasan perbatasan menjadi prioritas pengembangan kawasan industri.

Mafhud menjelaskan, pembangunan kawasan perbatasan merupakan upaya untuk menjaga kedaulatan Negara dan teritori.

“Kita akan melakukan koordinasi antarkementerian dan lembaga supaya sinergis, supaya pembangunan itu jalannya terpadu, jangan jalan sendiri-sendiri. Kementerian lembaga punya program sehingga ini menjadi satu miniatur pemerintahan dan wilayah NKRI,” jelas Mafhud.

Upaya membangun kawasan perbatasan ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan cita-cita Presiden Jokowi, yang mana kegiatan pembanguan dimulai dari pinggiran.

Untuk mencapai mimpi tersebut, Pemerintah Pusat kembali menganggarkan 23 Triliun lebih untuk melakukan pengembangan kawasan perbatasan di seluruh wilayah NKRI.

Karena itu, Mafhud meminta masyarakat di kawasan perbatasan untuk memupuk rasa persaudaraan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI agar semua kegiatan yang direncanakan Pemerintah Pusat dapat terlaksana dengan baik.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Nasional
Previous ArticleMendagri Tegaskan Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020
Next Article Melki Laka Lena Kembali Salurkan APD untuk 4 RS di Kota Kupang

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Pemberhentian Guru SMAN 1 Lamaknen Selatan, Ujian Akuntabilitas Pendidikan Perbatasan

22 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.