Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pegiat Pariwisata di Sikka Kesal dengan Bantuan Sembako BOP-LBF
Regional NTT

Pegiat Pariwisata di Sikka Kesal dengan Bantuan Sembako BOP-LBF

By Redaksi30 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR RI, AHP menyerahkan bantuan Sembako kepada pelaku pariwisata (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Pegiat wisata ‘kesal’ dengan bantuan sembako yang diberikan oleh Badan Otorita Pariwisata- Labuan Bajo Flores (BOP-LBF).

Bantuan berupa beras siap saji dan abon ikan serta minak goreng tersebut diserahkan secara simbolik kepada pegiat pariwisata di Ruang Kerja Bupati Sikka, Rabu (29/07/2020).

Bantuan diserahkan oleh Anggota DPR RI, Andreas Hugo Parera dan Dirut BOP-LBF Sana Fatina.

“Bukan ini yang kami butuhkan. Sembako dibutuhkan kalau kemarin kita benar-benar merayap. Kalau untuk bisa bertahan ke depan kami butuh fresh money untuk melanjutkan usaha,” ungkap salah satu pegiat wisata, Elis Sigma Dari.

Pegiat lainnya, Intan Djeke juga mengaku kecewa. Pasalnya, ia harus membuang waktu dan menghabiskan biaya untuk sebuah kardus Sembako.

Elis punya alasan sendiri. Saat ini pegiat wisata benar-benar kesulitan. Sebagian besar dari mereka membangun usaha dari pinjaman di koperasi dan bank.

“Kami tetap harus melanjutkan usaha dan mencari alternatif usaha lain,” tegasnya.

Elis yang adalah tour guide tersebut mengaku saat ini berjualan sayur untuk menyambung hidup.

Sementara Intan dan rekan-rekannya dari komunitas diving patungan membuka tempat nongkrong.

Kehadiran AHP pun dianggap tak memberi solusi. “Tadi kalau ada sesi diskusi saya mau bicara. Yang kami butuhkan solusi buat kami,” tegas Elis.

Sementara itu, Sana Fatina dalam sambutannya mengatakan sejak April 2020 lalu pihaknya bersama AHP telah melakukan pendataan pegiat wisata yang terdampak pandemi Covid- 19 di Flores.

Ini merupakan bantuan tahap kedua. Tahap pertama untuk 2002 pegiat dan tahap kedua sebanyak 1410. Dari jumlah tersebut 570 berasal dari Maumere.

“Ini bukan solusi utama melainkan hanya bentuk perhatian yang meringankan,” tegasnya.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

BOP Labuan Bajo BOPLBF Sikka
Previous ArticleDemokrat Resmi Usung Paket SAHABAT di Pilkada Belu
Next Article Demokrat Sebut SBS Sudah Bekerja untuk Rakyat

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.