Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Cerita Ahok: Lebih Baik Mati di Rumah Satu Keluarga
NASIONAL

Cerita Ahok: Lebih Baik Mati di Rumah Satu Keluarga

By Redaksi9 Agustus 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Basuki T Purnama atau Ahok (Foto: Liputan6)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT- Basuki Tjahjaja Purnama (BTP) kembali menceritakan situasi krusial saat unjuk rasa 4 November atau kerap disebut ‘Aksi 411’ tahun 2016 lalu.

Video wawancara BTP Tf Iyas Lawrence dalam chanel Makna Talks yang diunggah pada 08 agustus 2020. Dalam video itu Ahok bercerita soal peliknya situasi saat dirinya masih menjabat Gubernur DKI Jakarta waktu itu.

“Jujur aja yah, waktu terjadi demo segala macam, saya di rumah, betul-betul saya bisa tidur. Memang ada aparat yang minta saya harus diungsikan, ada ibu saya semuanya. Lalu kami putuskan tak mau diungsikan ke mana-mana,” ujar BTP dalam video berdurasi 12. 32 menit itu.

BTP mengungkapkan, memang waktu itu sedang terjadi unjuk rasa atas dirinya. Namun, oleh karena keyakinan dan kebenaran ia tak pernah gentar sedkitpun.

“Minta maaf saja yah kalau ada orang yang rencana mau bunuh saya sekalipun kalau dibawa ke tempat lain malah nggak ada yang tahu dan itu malah berita juga nggak ada kan. Saya bilang sama mereka saya nggak mau pergi. Mereka (aparat) bilang nanti bisa serbu ke dalam rumah. Yah itu kan tugas kalian menjaga di depan. Kalau kalian takut yah tinggalin aja, saya bilang.
Lebih baik mati di rumah satu keluarga itu beritanya masih ada orang yang tahu,” ujar mantan Gubernur DKI itu.

Terbunuh di rumah, rumah di bakar, dikeroyok, kata dia, kalau diungsikan dengan helikopter susah ditebak.

“Ini kan perang ideologi. Ini soal keyakinan. Kalau soal keyakian kita susah mau pegang siapa. Kalau soal takut, kan kalau saya bilang takut kamu bilang saya sombong, makanya saya bilang tidur nyenyak. Waktu kita mau tertibkan waduk pulit sudah ada issu mau serbu rumah. Kalau Niko (putra BTP) sih, waktu itu masih usia 16 tahun dia bilang kita fight sampai mati, Pa. Kita nggak mau ke luar. Kita tidak mau mati terbunuh sia-sia. Kita lawan. Waktu kejadian 411 saya bilang sama aparat itu tanggung jawab kalian. Ibu saya juga bilang apapun yang terjadi kita tidak mau keluar. Mau mati terbunuhpun kita matinya dalam rumah saja. Kalau kamu hilang kan orang tidak tahu, bisa fitnah macam-macam. Kalau dalam rumah, terjadi baku tembak dalam rumah, media juga akan beritakan bahwa rumah saya diserbu. Kalau mau diputar balik, aku nggak nyesal. Karena saya berdiri untuk kebnaran dan keadilan serta kemanusiaan. Saya berdiri untuk itu. Kecuali saya salah. Keputusan yang saya ambil, berdasarkan keyakinan saya,” ujar Ahok dalam akun youtube Panggil Saya BTP itu.

Pantauan VoxNtt.com, hingga (08/08/2020) petang, video itu sudah ditonton oleh 9000 orang dan dikomentari sebanyak 68 kali. Video itu bertajuk seputar cerita BTP saat menghadapi demo di Jakarta pada tanggal 4 bulan 11 tahun 2016.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Ahok Kabupaten Kupang Nasional
Previous ArticlePulau Semau dan Kisah Legenda Bahtera Nabi Nuh
Next Article Sah, NasDem Usung Deno-Madur di Pilkada Manggarai

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Profil Desa Enoraen Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang

24 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.