Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Terserang Virus ASF: 2097 Ekor Babi di TTU Mati, Ini Sebarannya
KESEHATAN

Terserang Virus ASF: 2097 Ekor Babi di TTU Mati, Ini Sebarannya

By Redaksi18 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU Fransiskus Fay usai diwawancara wartawan di kantor bupati setempat, Senin, 17 Agustus 2020 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Dinas Peternakan Kabupaten TTU mencatat setidaknya terdapat 2097 ekor babi di wilayah tersebut mati akibat terserang virus ASF.

Jumlah babi yang mati tersebut tersebar di 18 kecamatan .

Itu terhitung bulan Januari hingga April 2020.

“Yang tertinggi (jumlah kematian ternak babi) itu ada di Kecamatan Kota Kefamenanu dengan jumlah 987 ekor,” jelas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU Fransiskus Fay saat diwawancarai VoxNtt.com di kantor bupati setempat, Senin (17/08/2020).

Fransiskus menuturkan, meski saat ini tidak ada lagi laporan ternak babi mati akibat serangan virus ASF, namun Dinas Peternakan Kabupaten TTU terus memberikan edukasi bagi masyarakat dalam beternak babi.

Itu dengan selalu menjaga kebersihan kandang serta memperhatikan kandungan dari pakan yang diberikan untuk ternak babi.

Selain itu, jelas Fransiskus, pihaknya hingga saat ini pun masih rutin melakukan penyemprotan desinfektan pada kandang babi milik masyarakat.

“Kita juga rutin semprot desinfektan di kandang-kandang masyarakat walaupun mulai bulan Juni sampai saat ini tidak kondisi sudah stabil,” tutur mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTU itu.

Lebih lanjut Fransiskus menuturkan, hingga saat ini pun stok obat serta vitamin untuk ternak babi masih mencukupi.

Sehingga apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan, tuturnya, maka tentunya bisa dilayani.

“Stok (obat dan vitamin) masih mencukupi jadi bisa melayani kalau ada masyarakat yang minta,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU Virus ASF
Previous ArticleGiring Nidji Ditunjuk Jadi Plt. Ketum PSI, Grace Natalie: Dia Itu Bonus
Next Article Rayakan HUT RI ke-75, Belu Trail Club Bentangkan Bendera Raksasa di Perbatasan

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.