Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Lima Cara Mencintai Luka
Sastra

Lima Cara Mencintai Luka

By Redaksi22 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
ILUSTRASI (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*) Puisi-Puisi Rey Baliate

Di Ruang Kelas

Kita menunggu detik yang patah

dan menit yang pecah

membuka ruang di kepala kita

 

Seorang lelaki sedang menulis sesuatu di papan tulis

(barangkali ia menulis berkat )

tapi semenjak kita tahu berkat tak ada dan ruang kelas ini terbentuk dari perpisahan, ketakutan membuat kita selalu terpejam.

Dan lelaki, yang menulis di papan tulis itu, akan selalu berkata tidak, ketika kita mengucapkan selamat tinggal dengan kalimat-kalimat mati

Setelah itu, yang terjadi di ruang kelas ini

hanyalah detik yang patah,

menit yang pecah,

kita yang berpura-pura

  Ruteng,2020

Lima Cara Mencintai Luka

Sebelum kau mencintaiku

aku ingin berbisik di telingamu,

memberitahukan beberapa cara mencintai luka

  1. Pandanglah langit dan bayangkan, kau adalah awan yang sibuk mencari bintang ketika pagi.
  2. Pandanglah lilin dan bayangkan, kau adalah nyala api yang tak mudah dibakar api.
  3. Pandanglah sebuah rumah dan bayangkan, kau tinggal di dalamnya dan tak mampu melahap matahari.
  4. Pandanglah jalan dan bayangkan, kau adalah sebuah kendaraan dengan kecepatan singkat.
  5. Pandanglah puisi dan bayangkan, kau adalah seorang penyair yang hangat dalam kalimat-kalimat mati.

Setelah mendengarnya,

kubiarkan kau mencintaiku hingga jatuh

meski itu luka

meski pada akhirnya kau akan lupa

          Ruteng, 2020

Di Suatu Sore

Kau dan aku duduk di bangku taman sambil mendengarkan Imagine Dragon

Kau membisikan sebuah kata yang sulit kubahasakan

Sementara sore masih terasa seperti kobaran api pada sehelai kertas,

Langit menjatuhkan melodi dari lagu imagine dragon

dan dunia menerka komposisinya.

  I don’t wanna fake it

                wish i could erase it

                make your heart believe

Lima belas menit sebelum pejalan kaki lewat

Kita membayangkan Tuhan mendekat lima menit sebelumnya dan melihat kita dan kita merasakannya.

katamu, setelah itu.

Aku hanyalah kesunyian dari aminmu yang tertunda.

 

Lalu Tuhan pergi meninggalkan kita,

meninggalkan sebuah bercak di wajahmu,

meninggalkan dunia dengan terkaannya.

 

Kelak, ketika langit menjatuhkan lagi melodi dari lagu imagine dragon,

Tuhan hanyalah seorang pembohong yang hangat,

seperti dunia ketika dingin, mungkin.

        Ruteng, 2020

Antologi Puisi Puisi Akhir Pekan Rey Baliate
Previous ArticleAntologi Puisi Alexander Wande Wegha*
Next Article Berulah Lagi, PT Nunu Rada Bata Tumpuk Material Proyek di Lapangan SDK Poma

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.