Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»STPM Santa Ursula Ende Bedah Buku Sengketa Saluran Irigasi Mbay Kiri
Regional NTT

STPM Santa Ursula Ende Bedah Buku Sengketa Saluran Irigasi Mbay Kiri

By Redaksi29 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Elias Cima (tengah) dan beberapa pembedah sedang berpose bersama (Foto: Djolan R.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende menggelar acara launching dan bedah buku ‘Masyarakat Mbay Dalam Sangketa Pembangunan Saluran Irigasi Mbay Kiri’ karya Elias Cima, dosen pada kampus itu.

Acara tersebut diselenggarakan di Aula Kampus STPM St. Ursula Ende, Sabtu (29/08/2020).

Hadir sebagai pembedah Dosen STPM Paskalis X. Hurint dan Primus, Pastor Charles Beraf, SVD dan Perwakilan Penerbit LPPM Akademik Keperawatan Fatima.

Elias Cima mengatakan buku tersebut adalah salah satu bentuk sumbansi dari kampus untuk pemberdayaan berdasarkan hasil penelitian untuk mendorong program perencanaan menguntungkan kepentingan masyarakat Mbay.

Ia mengatakan, buku itu juga membedah konteks tanah yang menjadi penghambat pembangunan di Nagekeo.

Menurutnya, pemerintah harus melakukan kajian dan riset yang lebih obyektif untuk tidak menjadi penghambat pembangunan ke depan

“Kalau berbagai pembangunan tidak berbasis pada riset itu pasti ada kendala dan kita harapkan riset juga tidak asal riset harus riset yang bonafit soal pertanggung jawaban secara etik dan moral dan jangan ada riset titipan,” katanya.

Dosen STPM ini berpendapat bahwa dalam buku tersebut juga menulis terkait dengan kebijakan masa lalu yang menjadi korban adalah masyarakat lokal di wilayah setempat.

“Mengurai Mbay kiri itu tidak hanya kepemimpin leadership saja, kemampuan menangani masalah saja tapi pembangunan berbasis masyarakat atau komunitas sehingga di saat pergantian kepemimpinan masalah tersebut bertumbuh lagi,” terang dia.

Pihaknya menginginkan pembangunan disusun bersama komunitas-komunitas masyarakat agar masalah tersebut dapat diselesaikan.

Dirinya juga mengatakan potensi Mbay Kiri sangat luar biasa untuk kepentingan masyarakat.

“Jangan sampai konflik horisontal diciptakan secara terus menerus sehingga masyarakat lokal jadi korban,” tegas Elias.

Terakhir, dosen sekaligus pengamat sosial tersebut berharap agar ada pemetaan dan menataan kembali irigasi Mbay Kiri sebab sebagai sumber pertama ekonomi, meskipun terdapat sektor pendukung lainnya seperti garam.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticlePemdes Hauteas TTU Dorong Pengembangan Hortikultura Lewat Dana BUMDes
Next Article Dusta Politik

Related Posts

Pemkab Manggarai Barat Terima Dana CSR dari Bank NTT

15 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Barat Terima Dana CSR dari Bank NTT

15 September 2026

Ketua DPW NasDem NTT Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Raya

15 September 2026

Tokoh Muda Batu Tiga Pastikan Dukung Arfandi di Pilkades 2026

15 September 2026

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.