Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»ABK yang Tenggelam di Kawasan Taman Nasional Komodo Ditemukan Tak Bernyawa
HUKUM DAN KEAMANAN

ABK yang Tenggelam di Kawasan Taman Nasional Komodo Ditemukan Tak Bernyawa

By Redaksi30 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jasad ABK yang tenggelam di kawasan TNK saat dievakuasi oleh tim gabungan (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT – Hari ketiga pencarian seorang anak buah kapal (ABK) yang tenggelam di perairan Pulau Lassa, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan pada Minggu (30/08/2020) pukul 15.03 Wita sekitar 100 meter dari titik hilangnya korban. Sayangnya, pria bernama Arif Rahmanto (35) asal Surabaya, Jawa Timur itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

“Tepat pada pukul 15.03 Wita, kami berhasil menemukan korban sekitar 100 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kelapa Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere I Putu Sudayana, Minggu sore.

Sudayana menjelaskan, korban ditemukan oleh tim penyelam yang terdiri atas Persatuan Penyelam Profesional Komodo dan Rescuer Pos SAR Manggarai Barat.

Setelah ditemukan, ABK pada kapal LA Bohem yang hilang sejak Jumat, 28 Agustus 2020 lalu itu langsung dibawa ke RSUD Marombok, Labuan Bajo.

Sudaryana menjelaskan, proses operasi SAR (search and rescue) hari ketiga dimulai pukul 06.15 Wita dengan melakukan penyelaman di bawah dan pencarian di permukaan laut.

Petugas pencarian terbagi dalam empat tim dengan menggunakan kapal masing-masing. Keempat tim tersebut yakni rescuer Pos SAR Manggarai Barat, Polair, petugas Balai Taman Nasional Komodo, dan tim nelayan yang berasal dari kampung Komodo.

Ia memberikan aspresiasi yang tinggi kepada seluruh tim gabungan yang telah terlibat sejak hari pertama hingga hari ketiga dalam proses pencarian korban.

Penulis: Sello Jome
Editor: Yohanes

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleDaftar 5 Negara Termiskin di Dunia Tahun 2020
Next Article Batal Usung Kader, Golkar Resmi Dukung Edi-Weng di Pilkada Mabar

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.