Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»LMND Ruteng Mengutuk Pemecatan 15 Guru Komite oleh Kepala SMKN 1 Wae Ri’i
Pendidikan NTT

LMND Ruteng Mengutuk Pemecatan 15 Guru Komite oleh Kepala SMKN 1 Wae Ri’i

By Redaksi2 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes M Dedipati, Ketua LMND EK Ruteng. (Foto: Ist.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Polemik pemecatan 15 guru honorer oleh kepala SMKN 1 Wae Ri’i menyedot perhatian berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dari Liga Mahasiswa Nasional Eksekutif Kota Ruteng (LMND EK Ruteng).

Organisasi mahasiswa ekstra kampus itu mengutuk keras tindakan kepala sekolah karena dinilai tidak manusiawi.

“Pemecatan (15 guru komite) yang dilakukan oleh Kepala SMKN 1 Wae Ri’i pada tangggal 28 Agustus 2020 ini sangat tidak manusiawi,” ujar Yohanes M Dedipati, Ketua LMND EK Ruteng, Rabu (02/09/2020).

Dalam mengambil keputusan, kepala sekolah mestinya mempertimbangkan sesuatu secara komprehensif dengan mengedepankan aspek kemanusiaan. Namun yang terjadi di sekolah tersebut, kepala sekolah justru mengangkangi kemanusiaan.

Selain itu, Dedipati juga mengungkapkan berbagai hal yang semestinya dimiliki oleh kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga. Salah satunya, kemampuan menciptakan rasa aman dalam lingkungan sekolah.

“Kepala sekolah harus dapat merangkul semua orang, terutama guru-guru, agar upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat undang-undang, dapat terselenggara dengan baik,” katanya.

LMND berharap agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT segera mengambil sikap tegas agar aksi arogansi dan tindakan otoriter yang mengorbankan banyak pihak, tidak berlanjut.

VoxNtt.com sudah beberapa kali berupaya mengonfirmasi Kepala SMKN 1 Wae Ri’i Yustin Romas terkait keputusan tersebut.

Terakhir, pada Rabu siang, sejumlah wartawan yang mendatangi sekolah itu dilarang oleh seorang pria yang mengaku diri sebagai sekuriti sekolah. Ia mengatakan, kepala sekolah sedang sibuk sehingga tak bisa diwawancara.

Penulis: Igen Padur
Editor: Yohanes

LMND Manggarai SMKN 1 Wae Rii
Previous ArticlePenjelasan Ahli Bahasa Soal Penggunaan Frasa “Politik Tipu-Tapu” di Manggarai
Next Article Hujan Lebat Antar Jasad Nurdin ke Liang Lahat

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.