Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Penjelasan Ahli Bahasa Soal Penggunaan Frasa “Politik Tipu-Tapu” di Manggarai
Seni dan Budaya

Penjelasan Ahli Bahasa Soal Penggunaan Frasa “Politik Tipu-Tapu” di Manggarai

By Redaksi2 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Prof. DR. Fransiskus Bustan, M.Lib
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- “Politik adalah tipu-tapu”. Demikian penggalan kalimat yang sempat dilontarkan seorang tokoh masyarakat Manggarai beberapa waktu silam.

Tak hanya tokoh masyarakat yang disinggung di atas, penggunaan frasa “politik tipu-tapu” juga sering dilontarkan oleh masyarakat umum bahkan kata “tipu-tapu” itu sendiri sudah diterima sebagai bahasa seharian dalam masyarakat Manggarai.

Bagian yang menarik dari kalimat tersebut adalah “tipu-tapu”. Menurut ahli linguistik dari Universitas Nusa Cendana, Prof. Frans Bustan, M.Lib, kata ini tampil dalam bentuk reduplikasi leksiko semantis.

Semantik leksikal atau yang dikenal sebagai lexicosemantics, adalah subbidang semantik linguistik.

Unit analisis dalam semantik leksikal adalah unit leksikal yang tidak hanya mencakup kata-kata tetapi juga sub-kata atau sub-unit seperti imbuhan dan bahkan kata-kata dan frasa majemuk.

Semantik leksikal melihat bagaimana makna unit leksikal berkorelasi dengan struktur bahasa atau sintaksis.

Dijelaskan Prof. Frans, bentuk sebenarnya adalah “tipu-tipu” berupa perulangan.

Perubahan kata “tipu” menjadi “tapu” tidak hanya terjadi pada tataran leksikal, tetapi juga tataran semantis.

Secara semantis, demikian Prof. Frans, adanya intensitas makna dari kata “tipu-tapu”.

Sebagai sandingan pembanding, misalnya, kata “rimpet” menjadi “rimpe-rampet” yang menunjuk pada hidung yang sangat pesek.

Dengan demikian, kata “tipu-tapu” menyiratkan makna kesangatan dalam menipu dan pelakunya adalah penipu kelas kakap melalui umbaran janji-janji palsu dalam politik.

Selain itu, sifat fleksibel yang dimiliki oleh suatu bahasa menyebabkan bahasa selalu mengalami perubahan dan perkembangan.

Perubahan dan perkembangan ini sesuai dengan situasi, kondisi serta keperluan penuturnya.

Lalu apakah penggunaan “tipu-tapu” dapat dibenarkan secara tata bahasa?

Menurut Prof. Frans, hal itu dapat dibenarkan.

“Ya … dengan makna kesangatan” jawabnya.

Dari situ, jelas Prof, bisa dirumuskan kaidah sistemik bahasa Manggarai berkenaan dengan reduplikasi leksikosemantis. (VoN).

Kota Kupang Linguistik Manggarai Prof Frans Bustan
Previous ArticleDevi Ndolu Ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Paket SBS-WT
Next Article LMND Ruteng Mengutuk Pemecatan 15 Guru Komite oleh Kepala SMKN 1 Wae Ri’i

Related Posts

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Spesialis Tendang Bebas Jeims Moa Antar Desa Pinggang FC Raih Podium Dua di Turnamen U15 Kecamatan Cibal

2 Agustus 2026

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.