Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Terkait Dugaan Korupsi dan Pemecatan Guru, Security Larang Wartawan Wawancara Kepala SMKN 1 Wae Ri’i
Pendidikan NTT

Terkait Dugaan Korupsi dan Pemecatan Guru, Security Larang Wartawan Wawancara Kepala SMKN 1 Wae Ri’i

By Redaksi2 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pria yang mengaku diri sebagai sekuriti SMKN 1 Wae Rii melarang wartawan untuk wawancara Kepala Sekolah Yustin Romas. (Foto: Yohanes/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Sejumlah wartawan mendatangi SMKN 1 Wae Rii di Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Rabu (02/09/2020).

Upaya wawancara langsung di sekolah dilakukan setelah Kepala Sekolah Yustin Romas keberatan dihubungi melalui aplikasi WhatsApp.

“Apakah aturan pers Keterangan pers orang bisa llwt WA SJ? Saya keberatan di muat dgn cara seperti ini. Sy SDH diskusi dgn bbrp media ada aturan main nya,” tulis Yustin saat dihubungi melalui WhatsApp beberapa hari sebelumnya.

Namun upaya wawancara langsung di sekolah tidak membuahkan hasil. Setiba di depan sekolah, wartawan langsung dicegat seorang pria yang mengenakan celana jeans, baju kaos bundar warna abu-abu, dan jaket bomber hitam.

Pria bernama Kamelus Jehuntung itu mengaku dirinya sebagai sekuriti di sekolah itu. Sambil melarang wartawan untuk masuk area sekolah, ia berkata, “Ibu ada keluar!”

Setelah ditanya kemana perginya sang kepala sekolah dan untuk urusan apa, ia sempat jeda sebelum menjawab.

Baca Juga: Gubernur NTT Diminta Tidak Berdiam Diri Terkait Pemecatan 15 Guru SMKN 1 Wae Ri’i

“Ibu ada kesibukan lain. Dia bilang tadi, ada kesibukan saja. Dia ada di kantor sekolah,” ujarnya sambil melarang wartawan untuk menemui Yustin.

Sebelumnya, Yustin melakukan pemecatan terhadap 15 orang guru honorer. Diduga, pemecatan itu lantaran para guru menggelar demonstrasi beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ekonomi Semakin Berat, Pemecatan Guru Komite di Tengah Pandemi Covid-19 Tidak Bijak

Demonstrasi yang digelar guru-guru untuk memrotes kepemimpinan yang otoriter, pemecatan beberapa guru komite saat pandemi Covid-19, dan menuntut transparansi pengelolaan berbagai jenis keuangan yang diduga disalahgunakan oleh kepala sekolah.

Beberapa hari lalu, Yustin sudah dilaporkan forum guru komite ke Polres Manggarai. Materi laporan berupa dugaan penyimpangan dana komite sekolah tahun ajaran 2019/2020.

Penulis: Igen Padur/Yohanes

Manggarai SMKN 1 Wae Rii
Previous ArticleKaki Lena Hills, Spot Wisata Populer Saat Ini di Ende
Next Article Dua Kelompok Massa Saling Lempar Batu di Jalan Piet A Talo-Kupang, Begini Penjelasan Polisi

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.