Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»LKP Tata Boga Swakarya Gelar Pelatihan Pembuatan Pastry dan Bakery di Kupang
Ekbis

LKP Tata Boga Swakarya Gelar Pelatihan Pembuatan Pastry dan Bakery di Kupang

By Redaksi12 September 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pimpinan LKP Tata Boga Swakarya, Ratna Mella bersama peserta PKW berpose bersama Plh. Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, Frans Fulamau dan jajarannya usai Pembukaan PKW, Jumat 11 September 2020 di Kantor LKP Tata Boga Swakarya. (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tata Boga Swakarya menyelenggarakan Pendidikan dan Kecakapan Wirausaha (PKW) untuk 20 pemuda di Kota Kupang.

Pimpinan LKP Tata Boga Swakarya, Ratna H.E Mella dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Jumat 11 September 2020 malam menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di Kantor LKP Tata Boga Swakarya, Jl. Swakarya I No. 39, Kuanino, Kota Kupang itu diikuti pemuda dalam rentang usia 16-30 tahun.

Adapun materi yang diberikan dalam kursus dan pelatihan tersebut Kata Mama Ratna, demikian ia disapa, ialah fokus pada pembuatan Pastry dan Bakery, yang terbagi dalam teori 30% dan praktek 70 %.

Namun, kata dia, melihat kondisi yang ada di tengah masyarakat, khususnya Kota Kupang, maka Ia mengambil kebijakan untuk memberikan materi tingkat terampil dan mahir yang relevan sebagai tambahan.

“Sehingga hasil lulusan, benar-benar siap untuk bekerja baik secara perorangan ataupun kelompok, melalui usaha mandiri ataupun bekerja pada dunia usaha,” tandas Mama Ratna.

Kegiatan itu, lanjut Mama Ratna berlangsung selama 2 bulan dengan alokasi waktu, 216 jam. Di penghujung kegiatan, peserta akan mengikuti ujian kompetensi berupa ujian tertulis dan praktek.

Baca: Ratna Mella, Perempuan yang Turut Membangun NTT lewat Tata Boga

Usai kegiatan, selain mendapatkan sertifikat, peserta juga akan mendapatkan bantuan peralatan yang dapat menunjang usaha mereka ke depan.

“Selain itu, peserta selesai kegiatan kursus nanti dikelompokan dalam empat kelompok rintisan usaha, supaya mereka bisa berwirausaha,” ujar Mama Ratna.

Kegiatan tersebut didanai dari bantuan sosial BINSULAT Kemdikbud RI serta didukung Bank TLM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan UMKM.

Beberapa tahun terakhir, Lembaga Mama Ratna mendapatkan kepercayaan untuk  menyelenggarakan berbagai kegiatan kursus dan pelatihan di bidang tata boga, hasil kemitraan dengan BINSULAT Kemdikbud RI dan juga Bekraf RI.

Menyadari kepercayaan yang diberikan itu mahal, maka Mama Ratna bersama Lembaga besutannya, selalu berusaha menjaga kepercayaan itu dengan baik.

Hal itu, Ia lakukan dengan merespons secara positif setiap tawaran program dari pemerintah dan dukungan lembaga lain, yang menunjang pelatihan tersebut.

LKP Tata Boga Swakarya sendiri, terang Mama Ratna, mempunyai visi dan misi mewujudkan suatau kembaga yang unggul berkualitas, berkarakter dan berakhlak serta mandiri, yang mampu menghasilkan lulusan atau output yang mampu berwirausaha dan bersaing dalam dunia kerja maupun dunia industry.

Adapun maksud dari program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yakni untuk memberi akses layanan pendidikan berbasis kompetensi kepada masyarakat yang kurang mampu.

Dengan tujuan, program PKW ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi, Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga mampu berwirausaha dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.

Dalam pembukaan kegiatan, Jumat, 11 September 2020, hadir Plh. Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, Frans Fulamau, Kabid Paud dan PNF, Roos Dethan, Kasie Kelembagaan dan Sarpras, Dicky Mesah. Hadir pula dalam kegiatan itu, sejumlah mitra Lembaga Tata Boga Swakarya.

Dalam kegiatan itu, LKP Tata Boga Swakarya juga menerapkan sistem protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, dengan mewajibkan seluruh peserta untuk test suhu tubuh, mencuci tangan dan mengenakan masker.

Penulis: Boni J

Bakery Bekraf Binsulat Kemdikbud RI Kota Kupang Pastri Ratna Mella Tata Boga Swakarya
Previous ArticleRencana Pemkab TTU Gelar Pameran Tuai Protes Berbagai Pihak
Next Article Paket Pantas-Riski Komit Cegah Penularan Covid-19 di Mabar

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.