Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Membaca Peta Koalisi Parpol, Bagaimana Hubungannya dengan Pilgub NTT tahun 2024?
HEADLINE

Membaca Peta Koalisi Parpol, Bagaimana Hubungannya dengan Pilgub NTT tahun 2024?

By Redaksi23 September 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat (bertopi) dan Ferdy Hasiman
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp
Diolah dari berbagai sumber kredibel

Kupang, VoxNtt.com

Peta koalisi partai politik di NTT menjelang pilkada 2020 menarik disimak. Pertarungan PDIP vs NasDem menjadi pemandangan yang gampang terbaca dari peta koalisi di 9 kabupaten.

Dari 9 kabupaten, kedua partai ini hanya berkoalisi pada Pilkada Sumba Timur dan Malaka. Sementara di 7 kabupaten lainnya, kedua partai memiliki paket usungan masing-masing.

Pengamat politik dari FISIP Universitas Nusa Cendana, Lasarus Jehamat menjelaskan, fenomena ini memiliki keterkaitan dengan arah dukungan parpol pada pilgub NTT yang akan datang.

Menurut jebolan pascasarjana UGM ini, parpol tampak menjadikan ajang pilkada tahun 2020 ini sebagai titik awal konsolidasi untuk memenangkan pertarungan di Pilgub NTT tahun 2024 nanti.

“Bacaan saya memang begitu” ungkap Jehamat kepada VoxNtt.com 18 September 2020 lalu.

Selain punya kepentingan dalam Pilgub, rivalitas PDIP vs NasDem juga dipengaruhi hubungan elit di level atas. Menurut Jehamat, hubungan yang kurang harmonis antara Megawati dan Surya Paloh menjadi salah satu faktor menguatnya rivalitas.

“Buat saya, ada hal yang harus diperiksa di sana. Relasi Mega dan Surya yang menjadi sebab utama,” ungkapnya.

Selain itu, relasi antar partai juga mulai tampak terbaca meski belum mengerucut membentuk koalisi yang pasti.

NasDem dan Demokrat tampak dekat dalam beberapa kabupaten sementara PDIP, Gerindra, dan PKB menunjukan relasi intensif.

Dari peta koalisi ini, akar beringin Golkar juga sedang menunjukan kekuatannya. Di Malaka misalnya, Golkar menjadi partai pengusung utama pasangan incumbent Stef Bria Seran-Wande Taolin. Di Sumba Barat, Golkar membentuk poros baru dengan berkoalisi bersama PSI dan Hanura. Sementara di Sabu Raijua mereka berani mendukung Paket TRP – Hegi meski melalui jalur independen.

Latar Historis

Meski demikian, dalam konteks Pilgub, pertarungan PDIP vs NasDem lebih menarik ditelaah karena punya latar historis pada Pilgub tahun 2018 lalu.

Dari hasil rekapitulasi KPU, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi dinyatakan sebagai pemenang dengan perolehan suara 838.213 suara (35,20 persen). Posisi kedua ditempati pasangan Marianus Sae-Emelia Nomleni dengan 603.822 suara (25,35 persen).

“Kekalahan PDIP pada pilgub 2018 itu lebih karena faktor Marianus Sae yang ditangkap KPK. Namun hal itu tidak boleh dipandang sebelah mata karena perolehan suaranya tetap meraih posisi kedua,” kata Ferdy Hasiman, analis ekonomi-politik.

Ferdy menambahkan, pada pilgub NTT tahun 2024 nanti, PDIP kembali hadir menunjukan taringnya. Apalagi selama 10 tahun kepemimpinan Lebu Raya, PDIP menjadi penguasa di NTT.

“Jika target PDIP untuk menang di 6 kabupaten di NTT seperti yang diungkapkan Herman Herry tercapai, ini akan menjadi pertaruhan besar bagi pak Viktor Laiskodat,” kata Ferdy Hasiman dalam analisis politiknya di channel Youtube, Ferdy Hasiman.

Sementara NasDem sendiri memiliki target fantastis. NasDem bertekad menang di 9 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Target kita, NasDem menang di sembilan kabupaten,” kata Alexander Ofong, sekertaris DPW NasDem NTT. (VoN).

Kota Kupang Pilgub NTT Pilkada 2020
Previous ArticleTraveling Bucket List: Ndao Island
Next Article Sentuhan Pemda Manggarai untuk Unika Ruteng, Sebuah Kesaksian

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.