Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Ngabalin Sebut Pedemo Sampah Demokrasi, Begini Tanggapan Sinis Rocky Gerung
NASIONAL

Ngabalin Sebut Pedemo Sampah Demokrasi, Begini Tanggapan Sinis Rocky Gerung

By Redaksi15 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ali Ngabalin dan Rocky Gerung (Foto: Youtube)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

VoxNtt.com-Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin terhadap para pedemo di istana kepresidenan, Selasa, (13/10/2020) menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Rocky Gerung.

Ali menyampaikan pernyataan tersebut kala para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI sedang tertahan di Patung Kuda, tak bisa masuk akibat dihadang aparat.

Aksi ini merupakan salah satu dari rangkaian aksi terkait polemik UU Cipta Kerja.

“Dalam masa pandemi, dia kirim orang untuk berdemonstrasi. Di mana logikanya coba. Jangan jadi sampah demokrasi di negeri ini,” tegas Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) itu seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Menanggapi pernyataan Ali, Rocky Gerung ikut berkomentar. Dalam wawancara di Channel Youtube Rocky Gerung dengan judul “NGABAL1N, SAMPAH DI PAGAR 1STANA”, ia mengemukakan kekagumannya terhadap Ngabalin.

“Saya suka, kagum. Saya kagum pada kemampuan doktor Ngabalin untuk menghina otaknya sendiri itu. Karena demokrasi itu awalnya dari demonstrasi,” kata Rocky  sembari menjelaskan awal mula demokrasi di Prancis.

“Jadi dipenggalnya kepala raja Louis mau menunjukan bahwa demokrasi itu adalah milik mereka yang ada di luar pagar istana. Jadi di sana itu nonton bahwa kepala raja itu tidak sakral, itulah awal demokrasi sehingga ada slogan liberte, egalite dan fraternite” jelas Rocky.

Rocky pun menyebut Ngabalin tidak  belajar sejarah demokrasi.

“Jadi Ngabalin tidak pernah beajar sejarah bahwa demokrasi dimulai dari demonstrasi. Ini.. ini soalnya nih.” sambungnya. (VoN).

Ali M. Ngabalin Omnibus Law Ciptaker Rocky Gerung
Previous ArticleKehilangan Legenda Atletik, Wabup Army Konay: Akan Muncul Edu Nabunome Baru dari TTS
Next Article Kompak Indonesia Desak KPK Periksa Pemegang Saham Foster Oil & Energy

Related Posts

Stafsus Menteri HAM: Wartawan Hukum Mitra Strategis Penegakan HAM

2 Agustus 2026

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.