Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Puluhan Babi di Mabar Mati, Ini Penyebabnya
Regional NTT

Puluhan Babi di Mabar Mati, Ini Penyebabnya

By Redaksi30 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto:nationalgeographic.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Puluhan Babi di Manggarai Barat (Mabar) mati mendadak diserang penyakit.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar yang dirangkum dari laporan masyarakat, sampai hari ini ada sekitar 61 Babi yang diserang penyakit.

Dari hasil investigasi Dinas Peternakan sendiri, Babi yang mati menyebar di Watu Langkas, Kecamatan Komodo dan Desa Daleng Kecamatan Lembor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar, Theresia Primadona Asmon menjelaskan, kematian babi yang terjadi di Mabar semuanya sudah diinvestigasi dokter hewan.

Pertama kali terjadi kata dia, di Watu Langkas pada bulan Juli. Setelah investigasi lalu didiagnosa ternyata penyebabnya bakteri Streptococcus.

“Pada saat ini yang terlapor ada 10 ekor dan saat ini tidak ada laporan lagi karena sudah ditangani,” ungkap Theresia saat dihubungi VoxNtt.com Jumat (30/10/2020).

Theresia menjelaskan laporan kedua ada di akhir bulan September yaitu di Desa Daleng Kecamatan Lembor.

Di Lembor kata dia, sejak akhir September sampai dengan hari ini,  ada 51 ekor termasuk anak babi.

“Saat diinvestigasi masih penyakit yang sama yaitu Streptococcus,” ujar dr. hewan itu.

Theresia mengatakan penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan sejumlah cara yaitu manajemen kandang dan memberikan pakan yang baik.

Dirinya juga meminta kepada sejumlah masyarakat jika ada Babi yang sakit untuk segera dilaporkan kepada petugas.

“Jangan tunggu sekarat baru lapor petugas. Karena itu bisa diobati, penyakitnya bisa diobati,” tegasnya.

Theresia menjelaskan, Streptococcus merupakan penyakit yang menular. Penularan itu sendiri kata dia, melalui lalu lintas Babi.

“Seperti di Manggarai Barat sendiri, jika pemilik babi lihat babinya tidak semangat makan, akhirnya jual murah saja babinya padahal itu Babi sakit. Nah, air cuci Babi yang sakit tadi itu disimpan untuk kasih makan Babi. Inikan penyakit menular akhirnya babi yang lain bisa terserang,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, untuk tidak terjadi penularan yang masif perlu ada kesadaran masyarakat untuk wajib melaporkan kepada petugas jika ada Babi yang sakit.

“Petugas tetap memberikan edukasi kepada masyarakat. Petugas juga membantu untuk disinfektan kandang agar penyakit ini tidak menular,” tuturnya.

Penulis: Sello Jome

Editor: Irvan K

Babi Babi NTT Manggarai Barat
Previous ArticleJurnalis Vox NTT Juarai Lomba Karya Jurnalistik Lingkungan Hidup
Next Article Pemdes Aewora Angkat Santigi Laut Jadi Destinasi Wisata Baru di Ende

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.