Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Traveling»Pemdes Aewora Angkat Santigi Laut Jadi Destinasi Wisata Baru di Ende
Traveling

Pemdes Aewora Angkat Santigi Laut Jadi Destinasi Wisata Baru di Ende

By Redaksi30 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inilah kondisi pengerjaan jembatan di kawasan wisata santigi Nangawuwu Desa Aewora, Ende (Foto: Dok. Pemdes Aewora)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Tanaman laut santigi menjadi biang yang bakal diangkat sebagai destinasi wisata baru oleh Pemerintah Desa Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT.

Meski kawasan laut dikuasai oleh hutan mangrove, pemerintah desa setempat justru memilih tanaman santigi menjadi obyek unggulan yang dijual ke wisatawan.

Kepala Desa Aewora Yulius Mangu menyebutkan tanaman laut santigi yang berada di pantai Nangawuwu akan dikembangkan menjadi tanaman hias untuk pendapatan desa setempat.

“Kita sudah kerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah desa Nira Nusa. Mereka angkat mangrove dan kita di sini angkat tanaman santigi,” kata Kades Yulius kepada VoxNtt.com di Aewora, Kamis (29/10/2020).

Untuk mengangkat obyek wisata itu, kata Yulius, pihaknya telah memulai membuat jembatan di perairan Nangawuwu sepanjang 300 meter.

Jembatan itu akan membelah dan menjadi terowongan di dua kawasan hutan mangrove hingga melingkar di pulau Balai Lengo Leta yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari pesisir pantai itu.

Panorama Nangawuwu beach yang nampak terlihat sebuah pulau kecil nan imut Balai Lengo Leta (Foto: Dok. Pemdes Aewora)

“Nanti (jembatan) akan menyambung ke pulau kecil itu. Di pulau itu juga ditumbuhi santigi, nah kita kembangkan itu,” ujar Yulius.

Ia pun memberi alasan memilih tanaman laut santigi jadi proyek wisata baru di Aewora, dibandingkan tanaman mangrove.

Kata dia, tanaman santigi lebih berpotensi dan memiliki rasa ketertarikan pengunjung. Apalagi tanaman itu akan dikembangkan menjadi bonsai yang cantik dan disukai banyak orang.

“Ada dua jenis santigi yang bisa hidup di pesisir pantai dan gunung. Warnanya, daun dan bunga berbeda. Bisa dikembangkan sebagai hiasan kalau distek,” tutur dia.

Panorama Nangawuwu beach yang nampak terlihat sebuah pulau kecil nan imut Balai Lengo Leta (Foto: Dok. Pemdes Aewora)

Yulius menerangkan secara mitos tanaman santigi juga membawa keberuntungan serta dapat menghindari dari kepercayaan mahkluk gaib. Mitos ini justru dipercayai banyak orang.

“Ya, cukup luas dan banyak tanaman santigi yang akan kita jual sebagai spot wisata baru,” kata Yulius.

Saat ini wisata baru itu belum dapat dibuka ke wisatawan karena masih proses pengerjaan. Obyek wisata itu akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aewora.

“Belum rampung, yah masih kerja jembatan-jembatan. Karena jembatan itu juga butuh anggaran yang besar, jadi masih proses pengerjaan,” ujar Yulius.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Desa Aewora Ende
Previous ArticlePuluhan Babi di Mabar Mati, Ini Penyebabnya
Next Article Diduga Langgar UU ASN, Bawaslu Manggarai Rekomendasikan Camat Rahong Utara ke KASN

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.