Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Pada Suatu Zaman-Antologi Puisi Piter Labina
Sastra

Pada Suatu Zaman-Antologi Puisi Piter Labina

By Redaksi7 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Cerita di Rumah Tuhan

Di beranda rumah-Mu

Sebait doa patah dirapalkan

Oleh bibir yang getar, gemetar

Dalam sujud yang paling khusyuk

//

Sudah ku katakan

Dan Engkau telah mendengarkan.

//

Di beranda rumah-Mu

Aku masih meramu waktu

Merayu Engkau

 

Teruntuk yang Tak Terjamah

Waktu masih begitu panjang

Sedang kau masih betah mengenang

Sepenggal rindu yang tergenang

Yang tak gegas beranjak terbang

Bangunlah,

Hari sedang menunggu kau tetas

Lekas sembuh hati yang ikhlas

Sebab masih banyak yang pantas

Merawat rindumu yang resah

Juga hati yang lelah

Rita, Medio Oktober

 

Pada Suatu Zaman

/1/

Dunia tak lagi lugu

Sebab alam telah luruh

Menghilangkan rindu

Pun jejak dilenyapkan

Sedang alamat tak karuan

Tak dapat menoleh pulang

Pada lugunya dunia yang dulu

/2/

Dunia tak lagi lugu

Sebab kemanusiaan telah terkubur

Sejarah menjadi kabur

Dan tradisi tak lagi subur

/3/

Dunia tak lagi lugu

Sebab zaman menawarkan kasur

tikar pun menangis

Isaknya merdu

Sedang rayap berpesta dalam duka yang debur

Atas tikar yang lebur jadi hancur

/4/

Dunia tak lagi lugu

Sebab subuh tak lagi dinanti

Malah ditangkap bagai napi

Hingga siapa kepada siapapun

Tak segan saling meracuni

/5/

Dunia tak lagi lugu

Sebab Tuhan telah dibunuh

Pada suatu zaman yang kelabu

Oleh orang-orang yang begitu dicintai-Nya

*Mahasiswa STFK Ledalero, tinggal di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret-Maumere

Antologi Puisi Piter Labina Puisi Akhir Pekan
Previous ArticleBripka Andi Dharma Galang Donasi untuk Bayi 6 Bulan Penderita Sakit Jantung
Next Article Guru Teko SMA dan SMK Datangi DPRD TTU, Begini Tujuannya

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.