Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bupati Dula Kaget Babi Mati di Mabar Tembus Angka 1800
Regional NTT

Bupati Dula Kaget Babi Mati di Mabar Tembus Angka 1800

By Redaksi9 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Anggota DPRD Manggarai Barat (Mabar) dari Fraksi NasDem Vitus Usu menyebut, ada sebanyak 1800 babi yang mati karena penyakit di kabupaten itu.

Hal itu disampaikan Vitus saat Sidang Paripurna di Kantor DPRD Mabar, Senin (09/11/2020).

Vitus meminta, agar dinas terkait dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar melakukan kerja cepat untuk memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.

Menanggapi itu, Bupati Mabar Agustinus Ch Dula mengaku kaget babi mati di kabupaten itu tembus angka 1800.

“1800 babi mati tidak main-main. Saya juga kaget,” ungkap Bupati Dula saat sidang Paripurna di Kantor DPRD Mabar.

Saat dikonfirmasi VoxNtt.com usai sidang, Bupati Dula mengatakan, dirinya tidak menyangka ada berita babi mati hingga ribuan.

“Itu yang membuat saya kaget,” tegasnya lagi

Dia mengatakan, untuk koordinasi terus dijalankan dengan dinas terkait atas persoalan ini.

“Makanya babi ini Mati. Kalau waktunya baru-baru, berarti mereka harus segera turun. Tapi tadi atas penjelasan kadis, mereka sudah ambil tindakan,” jelasnya.

“Jadi kagetnya saya tadi di saat mereka (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan) menangani pemasaran babi ke Bajawa dan ke Ende, dan dinyatakan babi kita sehat, tetapi di Bajawa tidak diterima, tiba-tiba ada berita seperti ini. Ini yang membuat saya kaget, tetapi koordinasi sudah ada dari Kadis Peternakan tadi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar Theresia Primadona Asmon mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kepada Bupati terkait angka kematian babi di Mabar.

“Kalau untuk kematian babi sudah dilaporkan. Kemarin Pa Bupati juga sudah menandatangani surat edaran Bupati untuk kewaspadaan ASF,” ungkap Theresia saat ditemui VoxNtt.com usai sidang Paripurna di Kantor DPRD Mabar.

Theresia mengaku, soal angka kematian babi di Mabar, pihaknya belum mendapat angka kematian sampai ribuan.

“Cuma angka 1000 kami belum mendapat sampai seperti itu. Saya tidak tahu itu data dari mana, saya juga tidak tahu,” katanya.

Theresia menjelaskan, data Dinas Peternakan sendiri, babi yang mati di Mabar hanya sebanyak 300-an lebih.

Ke depan kata dia, target pemerintah lebih kepada mencegah agar penyakit pada babi ini tidak menyebar kepada babi yang lain.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Agustinus Ch Dula Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleKSP Mawar Moe Polisikan Akun Facebook Putry Ayu
Next Article Minta Dinas Perhatikan, Ketua Fraksi Demokrat TTS Sebut SD Tuatenu Diperbaiki 2022

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.