Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Biarawan-Antologi Puisi Aris Amlupu
Sastra

Biarawan-Antologi Puisi Aris Amlupu

By Redaksi15 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*) Puisi-puisi Aris Amlupu

Biarawan

Ialah seorang pengembara yang dapat menapak menuju timur dan barat tanpa bekal. Namun menjadi asing dalam atap tempat pertama menatap  dan tanah tempat pertama ia meratap.

Ialah seorang pelaut yang tak dapat berlabuh pada dua dermaga, walau mencintai Dia dan merindukan dia.

Ialah seorang tawanan dalam penjara Suci, yang memilih merajut benang-benang sakral akan Tuhan dalam keheningan daripada merayakan suka yang adalah duka akhirat.

Ialah seorang pengembala yang rela gugur di musim subur demi menuntun kembali kawanan domba  pada Tuan dan Tuhannya.

(BSK Ende , 13 November 2020)     

Jangan Lupa Menanyakan Kabarku

Jangan lupa menanyakan kabarku.

Sebab setelah kepergianmu, entah di bulan yang kesekian, aku sendiri sudah melupa ( rasanya ini hanya kepura-puraan belaka) sajak amburadul ini keluar dari rahim rindu, sejenak memprotes pada semesta mengapa kita harus dipisahkan?

Jangan lupa menanyakan kabarku. Sebab setelah kepergianmu, kau dan Tuhan masih menjadi canduku

Jangan lupa menanyakan kabarku. Sebab setelah kepergianmu.

Aku sengaja suka merayu semesta agar diberi waktu untuk kembali pada masa lalu, bukan untuk tak mengenalmu melainkan memperbaiki setiap kesalahan yang pernah kita buat.

Jangan lupa menanyakan kabarku. Sebab setelah kepergianmu, aku suka  merenung demikian  “Semesta suka bercanda. Humornya terlalu tinggi. Gampang mematahkan hati anak manusia. Ataukah aku yang terlalu menyimpan harap pada hati yang salah?”

Jangan lupa menanyakan kabarku. Sebab setelah kepergianmu. Sajak amburadul lahir. Bukan berarti tidak menerima keputusannya. Melainkan terkadang memprotes adalah penawar terbaik untuk luka ini.

(BSK Ende, 7 November 2020)

Doa I

Ketika berlutut dan menghadap Tabernakel-Mu, yang kutemukan hanyalah salib di puncak Golgota.

” Tuhan… Benarkah salib di puncak itu datang kecupanku pada kening-Mu?”

Doa II

Vesper  belum diaminkan

Lilin-lilin tua di pojok kanan belum sempat dipadamkan.

“Tuhan dan Tuan atas sajakku, aku selalu mencintai-Mu walau terkadang lupa cara bertelut”

Doa III

Akh…Tuhan

Noscum prolepia

Benedicat Virgo Maria.

Amin.

*Penulis tinggal di Biara St. Kondradus Ende

Antologi Puisi Aris Amlupu Puisi Akhir Pekan
Previous ArticleKPU Manggarai Halangi Jurnalis Saat Liputan Debat Kandidat
Next Article Jebakan “Money Politics”       

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.