Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Sampaikan Unek-unek ke Paket IE RAI, Dosen Kampus Aksara Mengaku Gaji Tersendat
Pilkada

Sampaikan Unek-unek ke Paket IE RAI, Dosen Kampus Aksara Mengaku Gaji Tersendat

By Redaksi16 November 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Seba, Vox NTT-Kampus Akademi Komunitas Sabu Raijua (Aksara) menyimpan cerita miris seputar nasib para dosen.

Hal ini terungkap ketika salah seorang dosen Kampus Aksara menyampaikan unek-unek kepada Calon Bupati Sabu Raijua, Orient P. Riwu Kore di sela-sela kampanye terbatas Paket IE RAI di Desa Raemedia Kecamatan Sabu Barat, Sabtu (14/11/2020)

Dosen berinisial LR itu awalnya mengapresiasi tekad Paket IE RAI untuk menghadirkan univeritas di Sabu Raijua. Selanjutnya ia menyentil sederet persoalan yang selama ini dihadapi oleh para dosen Kampus Aksara.

Persoalan itu antara lain mengenai penghapusan tunjangan daerah terpencil untuk para dosen sebesar Rp 500 ribu, tidak adanya penyesuaian gaji dosen lulusan S2, serta pembayaran gaji dosen yang tersendat dalam dua tahun terakhir.

Menurutnya, pembayaran gaji para dosen mulai tersendat sejak tahun 2018. Pada tahun 2019, gaji mereka selama setahun baru dibayar pada bulan Desember. Sedangkan di tahun 2020, para dosen baru menerima gaji di bulan Oktober.

“Gaji kami untuk delapan bulan (Januari-Agustus) baru dibayar pada bulan Oktober,” ujarnya.

Berkaca dari persoalan di atas, dosen yang sudah mengabdi sejak tahun 2015 itu berharap, apabila kehadiran universitas benar-benar terwujud (bilamana IE RAI terpilih), maka kesejahteraan tenaga pengajar harus juga diperhatikan.

“Dan kalau bapak terpilih, bagaimana dengan kampus (Aksara) yang sudah ada. Apakah akan ditinjau kembali atau seperti apa sikap bapak,” tanya dosen itu kepada Orient.

Menanggapi keluhan dosen tersebut, Cabup Orient Riwu Kore mengaku sangat prihatin dengan persoalan yang dihadapi para dosen Aksara. Sebab menurutnya, kesejahteraan dosen dan SDM lainnya yang ada di kampus, sangat berpengaruh terhadap kualitas dari output kampus itu sendiri.

“Bayar gaji dosen saja sonde (tidak) lancar, tapi bermimpi untuk naikan status kampus. Ini artinya omong tinggi, tapi pelaksanaannya kosong,” kata Cabup yang berpasangan dengan Thobias Uly itu.

“Kita semua makan setiap hari, terus bagaimana kalau gaji diterima setahun sekali. Ini artinya tidak ada planning. Saya kuatir mutu output tidak bagus karena persoalan ini,” sambung Orient yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir dalam kampanye terbatas.

Orient menambahkan, IE RAI sudah punya planning untuk menghadirkan universitas apabila masyarakat mempercayakan mereka memimpin Kabupaten Sabu Raijua lima tahun ke depan.

“Ini bukan pencitraan, tapi kami sudah punya planning untuk hadirkan universitas. Kenapa harus universitas? Ya karena banyak lowongan pekerjaan saat ini menerima lulusan sarjana,” katanya.

Usai kampanye, Orient lagi-lagi ditanya oleh wartawan soal masa depan Kampus Aksara itu sendiri, bila IE RAI terpilih menahkodai Sabu Raijua. Orient mengaku akan meninjau kembali keberadaan kampus itu.

“Kita akan tinjau kembali. Yang pasti, kita harus juga memikirkan nasib mahasiswa, para dosen dan semua karyawan yang ada di kampus itu,” ungkapnya. (VoN)

IE RAI Pilkada Sabu Sabu Raijua
Previous ArticleGunakan Sistem Bioflok, Desa Liang Sola akan Budidaya Ikan Nila
Next Article Audiensi dengan Pemprov NTT, AMMARA Kupang: Jangan Ganggu Habitat Asli Komodo

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

NTT Mart Sabu Raijua Diluncurkan, Wagub NTT Sebut Bukan Sekadar Pusat Perbelanjaan

19 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.