Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Podium Redaksi»Politisi PDIP Jadi Tersangka Korupsi Bansos, Uangnya Mengalir ke Pilkada Mabar?
Podium Redaksi

Politisi PDIP Jadi Tersangka Korupsi Bansos, Uangnya Mengalir ke Pilkada Mabar?

By Redaksi6 Desember 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: gatra)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Editorial, VoxNtt.com-Menteri Sosial yang menjadi tersangka korupsi hari ini, Minggu (06/12/2020) pernah ke Manggarai Barat pekan lalu.

Rombongan Kemensos ini datang ke daerah pariwisata super premium itu untuk bagi-bagi sembako dan bantuan sosial lainnya.

Tak tangung-tanggung, pasukan kemensos turun dengan jumlah kurang lebih ratusan orang. Mereka datang tak hanya menggunakan satu pesawat saja, tetapi dikabarkan turun dengan tiga gelombang. Rombongan ini juga ditengarai membawa serta beberapa politisi PDIP untuk membantu memenangkan Pilkada Mabar.

Gerombolan kemensos yang datang ke Mabar ini memang patut ditelisik. Coba bayangkan berapa duit biaya pesawat, hotel dan akomodasi mereka? Itu anggaran yang sangat besar. Padahal untuk bagi-bagi sembako, Kemensos tidak harus turun secara bergerombolan. Kemensos cukup menyerahkannya secara simbolis, lalu bansos itu bisa dibagikan oleh pemda Mabar dan relawan ke masyarakat.

Bak gayung bersambut, sepekan pulang dari Mabar, hari ini mensos menjadi pesakitan. Ia menjadi tersangka KPK karena diduga mencuri uang negara dari dana bantuan sosial.

Mungkinkah aliran dana tersebut juga mengalir ke Mabar? Apa ada hubungannya dengan Pilkada Manggarai Barat? Ya, banyak yang menduga demikian. Uang korupsi itu diduga mengalir ke Pilkada Mabar, mengingat salah satu kader PDIP maju dalam Pilkada 2020 kali ini. Ada pula dugaan seorang politisi PDIP membisikan mensos untuk turun ke Labuan Bajo karena ada kader yang sedang maju di sana.

Dugaan-dugaan ini tentu harus ditelusuri KPK. KPK harus membongkar aliran dana korupsi sampai ke akar-akarnya. Sebab, bukan cerita baru, korupsi menjelang Pilkada itu erat kaitannya dengan pendanaan politik.

Rakyat juga mesti was-was, mengapa mensos yang juga wakil bendahara PDIP ini mengincar Mabar? Tentu karena Mabar itu ibarat gadis sexy dengan pariwisata super premium. Maka, memenangkan pilkada Mabar dalam perspektif ekonomi-politik adalah jalan mulus untuk mendulang pundi-pundi dari investasi politik-ekonomi.

Investasi yang berbasis ekonomi-politik akan melahirkan pemburu rente dalam demokrasi di mana pengusaha dan penguasa berselingkuh dalam ruang gelap untuk memuluskan hasrat menumpuk modal. Tangan-tangan kotor (dirty hands) pada akhirnya bermain dalam Pikada Mabar, uang negara dipakai atas nama Bansos untuk menangkan paket tertentu.

Ini adalah salah satu gambaran bagaimana rezim oligarki membunuh demokrasi secara perlahan tapi pasti. Demokrasi ambyar, seperti rayap yang kerja secara diam-diam menggerogoti sumber daya negara dan akhirnya negara runtuh.

Dampaknya, Mabar hanya dijadikan sebagai daerah bancakan elit dan calon bupati terpilih (jika duitnya mengalir ke Pilkada) hanya menjadi boneka yang distir oleh elit partai dan oligarki.

Kita harus bersyukur bahwa KPK berani membongkar kasus ini menjelang Pilkada serentak yang tinggal beberapa hari lagi dijalankan. KPK sebenarnya sedang memberi sinyal kepada rakyat agar hati-hati memilih pemimpin. Jika salah memilih, maka petaka besar akan menimpa rakyat selama lima tahun ke depan. Rakyat tentu akan terus dimiskinkan oleh sistem politik yang berwatak korup. (VoN).

Bansos Korupsi PDIP Pilkada 2020 Pilkada Mabar
Previous ArticlePilkada: pandé salang ko pandé calang?
Next Article Hasil Survei Akhir Pilkada Mabar, Pasangan AG Unggul

Related Posts

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026

PDIP Manggarai Tolak Wacana Pilkada Melalui DPRD

21 Januari 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.