Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Pentingnya Peran Orangtua Selama Proses Belajar Daring
MAHASISWA

Pentingnya Peran Orangtua Selama Proses Belajar Daring

By Redaksi3 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yeremias Ariyanto Nurdin, salah satu mahasiswa KKN UNTAG saat memberikan sosialisasi kepada salah satu orangtua murid, Minggu (03/01/2021) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya memberikan sosialisasi tentang peran pendampingan orangtua  selama proses belajar dalam jaringan (daring), Minggu (03/01/2021).

Kegiatan itu dilakukan di RT 10, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT. 

Sosialisasi ini diberikan mahasiswa KKN UNTAG berangkat dari situasi pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia, khususnya di Indonesia.

Di Indonesia, situasi pandemi Covid-19 menyerang semua bidang terlebih khusus bidang pendidikan.

Di dunia pendidikan, semua peserta didik diwajibkan untuk melakukan proses pembelajaran secara online (daring).

Karena itu, peran penting orangtua sangat penting dalam mengawasi proses pembelajaran daring.

Yeremias Ariyanto Nurdin, salah satu mahasiswa KKN UNTAG saat memberikan sosialisasi kepada orang ltua menjelaskan, dalam proses pembelajaran daring, orangtua wajib mengawasi setiap anaknya. 

“Kalau bisa, saat proses belajar daring setiap orangtua juga mendampingi setiap anaknya. Hal itu dilakukan agar anak merasa bahwa mereka sangat didukung oleh orangtua mereka,” jelas Ari sapaan Yeremias. 

Ari mengatakan, dalam proses pembelajaran daring, orangtua bisa berkolaborasi dengan guru. 

“Orangtua juga bisa berkoordinasi dan memberitahukan kepada guru tentang perkembangan anak setiap harinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 10 Kornelis Kampur mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa UNTAG. 

“Karena menurut saya kegiatan ini  sangat membantu warga khususnya orangtua wali murid dalam memperlancar proses belajar daring,” ungkap Kornelis kepada VoxNtt.com usai kegiatan sosialisasi.

Untuk diketahui, dalam proses sosialisasi, mahasiswa UNTAG didampingi oleh dosen pembimbing lapangan dari kelompok R22 Royyan Firdaus, ST., MT.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous Article333 THL Diberhentikan, Pemkab Matim: yang Tidak Dipanggil, Itu yang Dirasionalisasi
Next Article Ratusan Warga Israel Terinfeksi Covid-19 Setelah Disuntik Vaksin Pfizer, Begini Alasan Ahli

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.