Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Wali Kota Kupang dan Wakilnya Tidak Divaksin
KESEHATAN

Wali Kota Kupang dan Wakilnya Tidak Divaksin

By Redaksi15 Januari 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wali kota Kupang Jefri Riwu Kore dan Wakilnya Hermanus Man saat menghadiri acara vaksinasi Covid-19 tahap I di Kota Kupang, Jumat (15/01/2021)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dan Wakilnya Hermanus Man tidak divaksin Covid-19 dalam pelaksanaan vaksinasi tahap I, Jumat (15/01/2021).

Menurut Hermanus Man, ia dan Walkot Jefri tidak ikut divaksin  karena tidak memenuhi syarat dari sisi usia.

Kata dia, salah satu syarat penerima vaksin tahap pertama ini adalah mereka yang berusia 15 sampai dengan 59 tahun.

“Kami berdua sudah 60 lebih. Selain itu mereka yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes juga tidak turut divaksin pada tahap ini,” jelas dr. Herman Man. 

Meski demikian, ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada beberapa pihak yang ikut mengambil bagian dalam pelaksanaan vaksinasi dengan tagline ‘Vaksin Covid-19, Aman dan Halal’ itu.

  Menurut dr. Herman, para pihak yang telah hadir dan bersedia divaksin tentu saja sebagai contoh bagi masyarakat. 

Apalagi, lanjut dia, program vaksinasi ini masih mengundang pro dan kontra oleh berbagai kalangan.

Namun, pelaksanaan vaksinasi yang menyasar kepala kelompok Forkompimda Kota Kupang tersebut tentu saja bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat dalam meyakini keamanan dan kehalalan vaksin.

Sebab, Presiden Jokowi sendiri telah menjamin dengan menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin pada Rabu, 13 Januari 2021, di Istana Negara. 

Vaksinasi terhadap Jokowi pun disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui siaran langsung media-media nasional. 

“Bapak ibu yang menerima vaksin perdana hari ini merupakan show windows di Kota Kupang agar menjadi contoh bagi masyarakat terutama mereka yang masih meragukan vaksin ini,” kata dr. Herman.

Dikatakan, para pihak yang mau divaksin tersebut telah turut membantu dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kota Kupang. 

“Selain itu Negara sudah menjamin keamanan dan kesucian vaksin ini karena sudah bersertifikat halal oleh MUI dan jaminan aman oleh Kemenkes apalagi BPOM sendiri telah mengeluarkan hasil uji efikasi tahap 3 vaksin sebesar 65,3%,” tandas dia.

Tingkat Kesembuhan Paling Rendah di NTT

Herman menambahkan, per Jumat, 15 Januari 2021, Kota Kupang telah mencatat 1.290 kasus positif Covid-19, dengan tingkat kesembuhan paling rendah se-NTT yaitu hanya sebanyak 485 orang. 

Sedangkan jumlah penderita meninggal 43 orang. Kemudian, ada 762 pasien yang melakukan isolasi mandiri. 

Keprihatinan oleh tingginya kasus Covid-19 itulah yang mendorong pemerintah untuk semakin memperketat penegakkan protokol kesehatan. 

Menurut dr. Herman, vaksinasi bukanlah satu-satunya solusi, namun salah satu dari berbagai upaya pemerintah untuk memutuskan mata rantai kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

Dikatakan, protokol kesehatan juga merupakan kunci. Selain itu 3T yaitu testing, tracing dan treatment ditambah 1V atau program vaksinasi Covid-19.

Hal ini diharapkan dapat menekan penularan hingga tercapainya zero Covid-19. 

Untuk itu, kata dr. Herman, edukasi dan sosialisasi berbagai pihak diperlukan agar masyarakat mendukung dan bersedia divaksin.

“Dan hari ini kita sedang mewujudkannya melalui vaksinasi perdana oleh para pejabat, tokoh masyarakat dan nakes (tenaga kesehatan) di Kota Kupang,” tegasnya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Herman Man Jefri Riwu Kore Kabupaten Kupang Virus Corona
Previous Article281 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Manggarai Barat
Next Article Hendak Dilantik Menjadi Staf Ahli Bupati Nagekeo, Benediktus Came Mangkir

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.