Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Tidak Dilaporkan, Tiga Pegawai Bank NTT Cabang Mbay Diduga Positif Rapid Test Antigen
KESEHATAN

Tidak Dilaporkan, Tiga Pegawai Bank NTT Cabang Mbay Diduga Positif Rapid Test Antigen

By Redaksi19 Januari 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Bank NTT Cabang Mbay lengang setelah empat pegawainya dinyatakan positif rapid test antigen. (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Tiga (3) pegawai Bank NTT Cabang Mbay, Kabupaten Nagekeo diduga kuat terpapar virus Corona atau Covid-19 berdasarkan hasil rapid test antigen.

Meski demikian, manajemen Bank NTT Cabang Mbay diduga kuat menyembunyikan rahasia bahwa tiga pegawainya terkonfirmasi positif rapid test antigen.

Sementara satu di antaranya memang telah diketahui hasil positif berdasarkan pemeriksaan rapid test antigen pada Jumat, 16 Januari 2021, akhir pekan lalu.

Belakangan diketahui ketiga pegawai yang diduga disembunyikan hasil rapid test antigen tersebut bertugas sebagai staf pelaksana di Kantor Bank NTT Cabang Mbay.

Meski begitu, hingga kini Satgas Covid-19 Kabupaten Nagekeo belum menerima data tambahan kasus baru di Bank NTT Cabang Mbay itu.

Kepala Bank NTT Cabang Mbay Mathias Nara Tifaona saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Selasa (19/01/2021), membenarkan temuan kasus positif rapid test antigen terhadap empat pegawai di lembaganya.

Menurut Mathias, keempat pegawai Bank NTT yang terkonfirmasi positif rapid antigen terdiri dari 2 orang pegawai perempuan dan 2 pegawai laki-laki dengan usia rata-rata dari 21 – 45 tahun.

Umumnya, sebelum menjalani rapid test antigen, keempatnya diinformasikan telah mengalami gejala sakit seperti flu, batuk dan demam.

“Tiga orang ini merupakan staf pelaksana di Cabang Mbay,” kata Mathias.

Saat ini, kata Mathias, keempat pegawai Bank NTT Cabang Mbay itu sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Sebelumnya, Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do meminta masyarakat agar mulai mewaspadai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan pola 5 M secara ketat. Pola 5 M yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumuman, dan membatasi mobilitas.

Penyampaian itu disampaikan Bupati Don sebelum melangsungkan penguburan terhadap salah satu petugas Satgas Covid-19 Nagekeo berinisial MBV (53) yang meninggal pada Jumat, 16 Januari 2021.

MBV meninggal setelah dinyatakan positif berdasarkan rapid test antigen.

Pasca kematiannya, Satgas Covid-19 Kabupaten Nagekeo langsung melakukan tracing ke sejumlah orang yang pernah melakukan kontak dengan MBV.

Hasil riwayat kontak tersebut diketahui tiga orang dokter dan empat petugas medis di Rumah Sakit Daerah Aeramo positif rapid test antigen, termasuk satu dari 4 orang pegawai Bank NTT Cabang Mbay yang bertugas di Maunori, Kecamatan Keotengah Kabupaten Nagekeo.

Sementara, Juru bicara Satgas Covid-19 Nagekeo Kabupaten Silvester Teda Sada menegaskan, bertambahnya kasus positif rapid test antigen sangat perlu diperhatikan.

Tercatat hingga pukul 15.00 Wita kemarin, sudah 4 orang yang dilaporkan positif rapid test antigen sebagaimana tertera dalam infografis resmi Covid-19 Nagekeo.

Keempat orang tersebut yakni 3 dokter di RSD Aeramo, hasil kontak erat dengan MBV, pasien kasus probable yang baru saja meninggal dan seorang pegawai Bank NTT Cabang Mbay yang bertugas di Maunori, Kecamatan Keotengah, Kabupaten Nagekeo.

Ketiga orang dokter itu kini sedang menjalani masa karantina mandiri di RSD Aeramo.

Hingga berita ini diturunkan, masih ada sejumlah orang lainnya yang positif berdasarkab rapid test antigen.

Mereka di antaranya, 1 ASN dari kantor PMDP3A berdomisili di Lego, Desa Aeramo bersama istri yang kebetulan bekerja sebagai perawat di RSD Aeramo, 1 orang ASN dari UPT Dinas Peternakan Boawae berdomisili di Lingkungan Kotagoa, dan 1 ASN Setda Nagekeo yang berdomisili di Penginanga.

Kemudian, 1 orang anggota DPRD Nagekeo beralamat Dhereisa, serta seorang anak berusia 6 tahun berdomisili di Watukesu Mbay. Dia adalah anak dari MBV yang sudah meninggal setelah positif rapid test antigen. Semua dilaporkan dalam keadaan sehat tanpa gejala.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Bank NTT Johanes Don Bosco Do Nagekeo RSD Aeramo Virus Corona
Previous ArticleWajib Tahu! Setelah Lama Disembunyikan, Rahasia Dunia Ini Akhirnya Terbongkar, Begini Cara Menggunakannya
Next Article Lama Menghilang, Boyamin Saiman Sebut Harun Masiku Sudah Meninggal Dunia

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.