Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Italia Gugat Dua Produsen Vaksin Covid-19
INTERNASIONAL

Italia Gugat Dua Produsen Vaksin Covid-19

By Redaksi27 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seorang pria menyemprotkan disinfektan untuk mematikan virus corona di kota air Venesia, Italia. (Foto: Bloomberg)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT- Italia akan menggugat dua produsen vaksin Covid-19. Keduanya, yakni Pfizer Inc dan AstraZeneca.

Gugatan lewat jalur hukum terpaksa diambil negeri Pizza karena penundaan pengiriman vaksin.

Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio mengatakan, gugatan hukum ini bertujuan agar Pfizer dan AstraZeneca menjalankan komitmennya memenuhi pemesanan vaksin dan tidak mencari kompensasi.

“Ini adalah kontrak Eropa yang tidak dihormati oleh Pfizer dan AstraZeneca dan oleh karena itu kami akan mengambil langkah hukum … Kami sedang bekerja agar program vaksinasi kami tidak berubah,” ujar Luigi Di Maio seperti dikutip dari Reuters, Senin (25/1/2021).

Pfizer mengatakan pekan lalu pihaknya sedang memperlambat pasokan ke Eropa karena sedang melakukan pembenahan manufaktur yang akan meningkatkan produksi. Pada hari Jumat, AstraZeneca mengatakan pengiriman awal ke Italia gagal karena masalah produksi.

Ditanya mengapa menurutnya perusahaan farmasi terpaksa mengumumkan pengurangan produksi, Luigi Di Maio yakin mereka ingin mendapatkan lebih dari yang telah disepakati.

“Kami mengaktifkan semua saluran sehingga Komisi Uni Eropa melakukan semua yang bisa dilakukan untuk membuat tuan-tuan ini menghormati kontrak mereka,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan Pfizer Italia tidak segera berkomentar. Sementara AstraZeneca tidak segera membalas email dan pesan suara.

Pada hari Minggu, Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan UE akan menggunakan cara hukum untuk memastikan perusahaan farmasi menghormati kontrak pasokan vaksin Covid-19

“Kami berencana untuk membuat perusahaan farmasi menghormati kontrak yang telah mereka tandatangani … dengan menggunakan cara legal yang kami miliki,” kata Michel di radio Europe 1.

Sumber: CNBC Indonesia

internasional
Previous ArticleLagi, Dalam Sehari Dua Pasien Covid-19 di Manggarai Barat Meninggal Dunia
Next Article Longsor Akibat Hujan Sepanjang Malam, Rumah Warga Nyaris Roboh

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.