Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Hari Raya Valentine: Antologi Puisi Melki Deni
Sastra

Hari Raya Valentine: Antologi Puisi Melki Deni

By Redaksi13 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Antologi Puisi Melki Deni

 

Pada Hari Valentine ini,

Jejak-jejak Puisi ibu memancar dalam Kata: betapa aku tergoda untuk membacanya kembali, menuliskan Puisi di tengah hiruk pikuk dunia, yang sarat risiko 

Sehabis melukiskan waktu dan  menaklukkan hari-hari 

Sebelum cinta, seperti Maut! 

 

Kuterka rambut di kepala mulai berguguran

Kubayangkan kita merayakan Valentine dengan sengit, tapi kita menyusut dalam usia, 

Sambil risau dan bertanya mengapa kita suka membayangkan kembali masa muda, yang tak pernah ada itu? 

Angin basah tiada debu pun berhenti, ketika kau pun bertanya mengapa kita suka berubah menjadi seperti kepompong, singa, kertas putih, anak-anak dan mayat? 

 

Aku Ingin

Bila aku menyeruput kopi seperti ini,

suka kubayangkan kau menjelma menjadi kopi

masuk ke dalam cangkir!

Kau adalah kopi, aku cangkirmu! 

 

Percakapan Terakhir

 Di sudut taman itu,

diam-diam kita menghapus usia dari buku

pada percakapan terakhir,

kemudian kita membuyarkan masa lalu

ke dalam kenangan yang retak itu.

 

“Kenangan bagaimanapun tidak bisa dibeli 

dan kenangan yang dikenang kembali tidak pernah lengkap, bukan?”

 

Percakapan terakhir menghilang.

Dan kita pelan-pelan berjalan keluar.

Tapi ke mana?

Kita bakal mengekalkan esok yang mungkin tidak tidak pernah ada.

 

Seketika itu, kita belum menghitung kata dalam tanda waktu

Seperti kenangan makin rapuh

yang melekat dalam waktu

mengitari percakapan kita.

 

Ke Arah Sungai

 

Seharusnya orang-orang di kampung itu

tidak menyimpan lagi masa lalu

di mana sungai adalah jalan yang tajam seperti belati,

hidup yang nyaris susah dipahami pada ringkik

pelang-pelan langit menghapus satu per satu manusia di bumi

tapi bumi tak bosan-bosannya melahirkan manusia setiap saat

 

di kampung itu, dekat sungai

Roh para leluhur yang dilupakan surga

Dan telah dikhianati oleh neraka, merana dalam ketidakpastian

mengamat-amati perjalanan manusia dari kelahiran menuju kematian.

kehidupan bukanlah turunan sandiwara semata

seperti teater boneka di atas panggung

tetapi kecelakaan yang mesti disyukuri.

 

Barangkali potret masa depan kita,

Barangkali warna dalam mata kita,

Barangkali kecelakaan kita; ke arah sungai itu

di mana hidup adalah kecelakaan

dan cinta pun tidak pernah berhenti di sana

 

Melki Deni, Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Ia sering menulis Karya Sastra dan Artikel pada koran lokal dan nasional. 

Melki Deni
Previous ArticleKopi Pahit: Antologi Puisi Erick Bhiu
Next Article Kapolres Matim Tidak Izinkan Pesta Valentine

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.