Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jalan Menuju 6 Desa di Nekamese Kupang Putus, Warga Mengeluh
NTT NEWS

Jalan Menuju 6 Desa di Nekamese Kupang Putus, Warga Mengeluh

By Redaksi18 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruas jalan yang putus di Desa Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT-Jalan yang menghubungkan 6 desa di Kecamatan Nakamese, Kabupaten Kupang putus total. Keenam desa tersebut masing-masing, Desa Oenif, Usapi Sonbai, Taloetan, Bone, Tasikona, dan Oepaha.

Lokasi jalan yang putus tepatnya di Desa Oemasi.

Mecky Hoinbala warga Desa Bone, kepada VoxNtt.com, Kamis (18/02/2021), mengatakan tahun 2016 jalan tersebut sudah pernah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Kupang.

“Perbaiki dengan cara dibronjong, waktu itu hanya longsor sebagian saja, tapi mungkin karena  tidak kuatnya konstruksi sehingga akhir 2016 saat hujan maka akhirnya longsor dan putus total,” kata Mecky.

Ia mengaku, pihak keluarga Takain dan Bani sudah memberikan lahannya untuk dibuka jalan alternatif. Namun karena beberapa waktu lalu hujan deras, longsor pun semakin melebar ke sisi jalan alternatif itu. 

Apabila intensitas hujan meningkat lagi, maka menurut Mecky, jalan alternatif tersebut akan putus.

“Maka tidak ada lagi akses jalan krn lahan tidak memungkinkan untuk dibuka jalan alternatif lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerugian yang terjadi jika jalan ini tidak segera diperbaiki adalah adalah mobilitas masyarakat dari enam desa tersebut ke kota akan lumpuh.

Apalagi di enam desa tersebut ada SD, SMP dan SMA yang guru-gurunya rata-rata datang dari Kota Kupang.

“Harapan kami adalah adanya perhatian pemerintah mulai dari kabupaten sampai pusat terhadap keadaan ini,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Kupang Jerry Manafe berjanji akan mendatangi lokasi tersebut.

“Saya akan turun langsung untuk lihat lokasi, jadi tolong kasih data desa-desa mana saja,” jelasnya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Jerry Manafe Kabupaten Kupang
Previous ArticleDeno Kamelus: Jangan Anggap Sepele Peran Pers
Next Article Buntut Keterangan Palsu, Pengacara Mantan Bupati Mabar Diperiksa Kejati NTT

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.