Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bronjong Senilai Rp965 Juta Ambruk, Posisi Warga di Bantaran Kali Maslete TTU Terancam
Regional NTT

Bronjong Senilai Rp965 Juta Ambruk, Posisi Warga di Bantaran Kali Maslete TTU Terancam

By Redaksi22 Maret 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bronjong di Kali Maslete yang baru dibangun Dinas PUPR tahun 2019 lalu yang sudah ambruk beberapa waktu lalu saat terpantau VoxNtt.com, Minggu, 21 Maret 2021 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Bronjong di bantaran Kali Maslete, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU ambruk beberapa waktu lalu. Bronjong tersebut dibangun Dinas PUPR Kabupaten TTU tahun 2019 lalu.

Bronjong dikerjakan oleh CV Tapak Saron dengan pagu anggaran senilai Rp965 juta.

Akibat ambruk, saat ini sejumlah rumah warga yang terletak di bantaran kali terancam terkikis tanah longsor.

Selain itu ancaman banjir pun menghantui warga di bantaran Kali Maslete.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi, Minggu (21/03/2021), terlihat bronjong yang roboh terletak tepat di tikungan kali. Panjangnya kurang lebih 20 meter.

Dari bronjong yang roboh tersebut, tampak sebagian kawat dan batu sudah habis terseret arus air. Sedangkan sebagian kecil masih terlihat di lokasi.

Terlihat juga beberapa rumah warga yang berada tidak jauh dari tebing bronjong sudah roboh. Jika tidak segera diperbaiki, maka rumah warga terancam terseret arus kali.

Saat VoxNtt.com mengunjungi lokasi, terlihat tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang bersama tim Kejari TTU, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU Yanuarius Salem dan staf juga sementara berada di sana.

Terlihat tim kejaksaan dan tim ahli sementara melakukan pemeriksaan terhadap bronjong yang ambruk tersebut.

Tim ahli dari Poltek Kupang yang didatangkan Kejari TTU sementara melakukan pemeriksaan di Bronjong Kali Maslete, Minggu, 21 Maret 2021 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)

Pemeriksaan dilakukan dengan menggali di bagian depannya untuk menghitung tingkat lapisan bronjong di bagian bawah.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU Yanuarius Salem saat diwawancarai VoxNtt.com mengatakan, pagu awal untuk pengerjaan bronjong sesuai nilai kontrak sebesar Rp800 juta lebih.

Namun saat pelaksanaan proyek di lapangan, kata dia, pengerjaan bangunan bronjong membutuhkan tambahan anggaran. Sehingga dilakukan adendum anggaran dan totalnya menjadi Rp965 juta.

“Saat perencanaan itu tinggi bronjong dari tanah 2,5 meter tapi saat pelaksanaan di lapangan masyarakat bilangnya kalau air sering naik sampai di atas, makanya kemudian dinaikkan tingginya sehingga dilakukan adendum anggaran,” jelasnya.

Yanuarius pada kesempatan itu menolak memberikan tanggapan terkait penyebab ambruknya bronjong tersebut.

Menurutnya, saat ini tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang sementara melakukan pemeriksaan.

Ia pun mempersilakan tim teknis yang memutuskan apa penyebab dari ambruknya bronjong.

“Dari Poltek kan sudah periksa jadi nanti biar dari poltek yang memutuskan berdasarkan analisa-analisa keadaan fisik dan juga curah hujan saat kejadian tapi pada prinsipnya kontraktor siap untuk memperbaiki tergantung hasil analisa nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari TTU Benfrid C.M.Foeh kepada wartawan mengaku saat ini pihaknya baru melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait ambruknya bronjong tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, jelas dia, kemudian akan ditentukan sikap selanjutnya terkait kasus tersebut.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Dinas PUPR TTU Kejari TTU TTU
Previous ArticlePartai Demokrat Regio Manggarai Raya Adakan Doa Bersama dan Konsolidasi
Next Article Tips Menulis Kreatif ala Komunitas Kampung Berliterasi

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.