Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Ini Kisah JAD, Jaringan Teroris Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
HUKUM DAN KEAMANAN

Ini Kisah JAD, Jaringan Teroris Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

By Redaksi29 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/03/2021) merupakan jaringan Jamaah Ansharust Daulah (JAD).

Menurut Kapolri Sigit, pelaku bom bunuh diri ini juga terafiliasi dengan teroris yang melakukan bom bunuh diri di Jolo, Filipina, pada 2018 lalu.

Diketahui, JAD merupakan salah satu jaringan yang berafiliasi dengan ISIS. Anggota JAD ini disebut sebagai pelaku serangan teror yang berulang kali terjadi di Indonesia.

Jaringan ini berpotensi untuk menyebar ke mana saja. Karena itu Polisi mengimbau kepoada seluruh masyarakat untuk segera melaporkan bila ada hal-hal yang mencurigakan.

Baca: Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Digrebek Polisi

Namun demikian, Polisi juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tak perlu panik.

Sebelumnya diinformasikan, pelaku bom bunuh diri yang diketahui pasangan laki-laki dan perempuan itu berboncengan sepeda motor lalu meledakan Bom di depan Gereja Katedral Makassar.

Melansir detik.com, JAD merupakan organisasi teroris yang dibentuk Aman Abdurrahman di Nusakambangan. Sebagaimana dikutip dari laman resmi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), JAD dinyatakan sebagai bagian dari jaringan teroris global lewat Perintah Eksekutif (E.O.) 13224.

JAD ini juga disebut sebagai korporasi yang mewadahi aksi terorisme. Pada 31 Juli 2018, PN Jaksel menyatakan terdakwa JAD terbukti secara sah berafiliasi dengan ISIS (Islamic State in lraq and Syria) atau DAESH (Al-Dawla Ill-Sham) atau ISIL (Islamic State of Iraq and levant) atau IS (Islamic State). (VoN)

https://www.youtube.com/watch?v=wTlbQ_FLyxY

Aman Abdurrahman Bom Bunuh Diri Makasar Gereja Katedral Makassar ISIS JAD Jamaah Ansharust Daulah Listyo Sigit Prabowo
Previous ArticleRumah Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Digrebek Polisi
Next Article Menilik Statistik Kemiskinan di NTT selama Pandemi, Angkanya Bertambah

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.