Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»MUI TTS Kutuk Keras Aksi Bom di Katedral Makassar
HUKUM DAN KEAMANAN

MUI TTS Kutuk Keras Aksi Bom di Katedral Makassar

By Redaksi29 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Umum MUI TTS, Haji Muhammad Arifoeddin. 
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT-Aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan yang menewaskan dua orang dan melukai 14 orang lainnya, Minggu (28/03/2020) kemarin, mendapat kecaman dan kutukan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

Sekretaris Umum MUI TTS, Haji Muhammad Arifoeddin yang diwawancari VoxNtt.com, Senin (29/03/2020) pagi, mengatakan, pada prinsipnya MUI TTS sangat mengutuk keras aksi bom bunuh diri di depan Katedral Makassar tersebut.

Karena bagaimana pun aksi kekerasan yang dilakukan tersebut, ujar Haji Mad Arfoeddin, tidak membawa kelompok agama tertentu. 

“Pada prinsipnya teroris  adalah musuh bersama. Dan, tidak ada satu agama pun yang suka dengan yang namanya teroris. Masyarakat juga diminta untuk waspada dan tidak perlu takut. Ini karena teroris menginginkan munculnya ketakutan-ketakutan,” ujar Haji Mad Arifoeddin. 

Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang ini, menandaskan bahwa teroris harus dilawan dengan menguatkan kembali rasa nasionalisme Indonesia. 

“Nasionalisme harus semakin kita perkuat. Kita jangan terprovokasi dengan situasi yang dimainkan oleh para teroris. Apalagi saat ini umat Kristiani sementara memasuki pekan suci perayaan Paskah serta umat Islam juga memasuki bulan Ramadhan,” ujarnya. 

Haji Mad menyebut, aksi tidak berprikemanusiaan di Makassar tersebut, memberikan isyarat kepada masyarakat bahwa jaringan dan sel-sel teroris masih ada di Indonesia. 

Oleh karena itu, hal yang pertama perlu dilakukan adalah membentengi diri dengan baik dan tidak cepat terprovokasi dengan hal-hal negatif. 

“Kami MUI TTS meminta pihak keamanan dalam hal ini Polri menindak tegas sampai akar-akar pelaku bom bunuh diri di Makassar,” tandasnya. 

Sebagai salah satu pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di TTS, ujar Haji Mad, pihaknya juga akan membangun komunikasi dengan Pemuda Anzor di TTS.

Hal itu agar membangun komunikasi lintas pemuda antaragama dan pihak kemanan di TTS untuk kembali menjaga keamanan secara bersama-sama menjelang perayaan Paskah dan Ramadhan. 

Penulis: Long
Editor: Ardy Abba

Bom bunuh diri Bom Gereja Katedral Makasar makassar MUI TTS TTS
Previous ArticleManggarai Barat Mesti Belajar dari Bali
Next Article Kopearad Mabar Desak Polri Tangkap Aktor Intelektual di Balik Bom Makassar

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.