Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pasien Covid-19 Meninggal, Bupati Agas: Kita Kembali Berduka
KESEHATAN

Pasien Covid-19 Meninggal, Bupati Agas: Kita Kembali Berduka

By Redaksi10 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Matim, Agas Andreas (Foto: Ardy Abba/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Manggarai Timur (Matim) kembali berduka dengan meninggalnya salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berinisial DG (63), asal Welu, Desa Wejang Mali, Kecamatan Lamba Leda Timur. DG meninggal pada Sabtu (10/04/2021).

Informasi yang diperoleh dari Gugus Tugas Kabupaten Matim, pasien DG memiliki komorbid asma dan hendak dirujuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng. Namun dalam perjalanan ia meninggal dunia.

Menurut Satgas Matim, saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di Welu, Desa Wejang Mali, Kecamatan Lamba Leda Timur dengan mengikuti protokol kesehatan.

Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas, menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian DG. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan penguatan.

“Manggarai Timur kembali berduka, atas nama pemerintah daerah dan pribadi, saya menyampaikan turut berduka mendalam untuk berpulangnya saudara DG dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga selalu dikuatkan,” ucap Bupati Agas.

Kematian DG merupakan kasus kematian kedua di Kabupaten Matim akibat Covid-19.

Sebelumnya pada 6 Maret 2021, pasien berinisal H (40), asal Kecamatan Borong juga meninggal di RSUD Ben Mboi Ruteng.

“Kita semua, masyarakat, Pemda dan tenaga kesehatan telah berupaya dan melakukan semua yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Matim tercinta,” kata Bupati Agas.

Jika dibandingkan dengan tempat lain, lanjut dia, Matim adalah kabupaten dengan angka kematian akibat Covid-19 yang rendah.

“Namun hal ini tentu tidak mengurangi rasa sedih dan kehilangan yang kita rasakan,” imbuh Bupati yang berpasangan dengan Jaghur Stefanus itu.

Bupati Agas pun mengajak kepada seluruh masyarakat Matim agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

 

Agas Andreas Manggarai Timur Matim Virus Corona
Previous ArticleCerpen: Indriyanti
Next Article Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Soal Kabel dan Meteran yang Rusak Akibat Badai

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.