Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Kasus Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal ke Kalimantan, Polres TTU Periksa Sejumlah Saksi
Human Trafficking NTT

Kasus Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal ke Kalimantan, Polres TTU Periksa Sejumlah Saksi

By Redaksi29 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasat Reskrim Polres TTU AKP Sujud Alif Yulamlam saat ditemui wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kepolisian Resor Timor Tengah Utara terus berupaya mendalami kasus pengiriman tenaga kerja ilegal ke Kalimantan Utara.

Pendalaman kasus pengiriman 17 tenaga kerja yang direkrut oleh FT itu dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik dari 17 korban yang direkrut secara ilegal hingga pihak dari Disnakertrans Kabupaten TTU.

“Kalau semua berkas sudah lengkap, tinggal pemeriksaan beberapa saksi tambahan saja,” jelas Kasat Reskrim Polres TTU AKP Sujud Alif Yulamlam saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (29/04/2021).

AKP Sujud mengaku saat ini sebagian berkas kasus yang tergolong dalam human trafficking tersebut sudah dilengkapi. Jika nantinya pemeriksaan saksi sudah dilakukan seluruhnya, maka kasus tersebut sudah bisa dilimpahkan ke kejaksaan.

“Dalam waktu dekat kita sudah bisa limpah berkas tahap 1,” ujarnya.

Modus Perekrutan

AKP Sujud pada kesempatan itu menuturkan, saat melakukan perekrutan terhadap 17 tenaga kerja tersebut, FT (perekrut) menjanjikan para tenaga kerja tersebut akan dipekerjakan di salah satu perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Utara.

Para pekerja tersebut dijanjikan upah dengan kisaran Rp1 juta hingga Rp3 juta per bulan.

Setelah 17 pekerja tersebut direkrut oleh FT, jelasnya, sesuai rencana akan dibawa ke Kupang.

Kemudian para perekrut tersebut akan ditampung beberapa hari di Kupang untuk diurus tiket keberangkatannya.

Pengurusan tiket keberangkatan akan dilakukan oleh seorang perekrut lainnya di Kupang yang hingga saat ini masih diburu oleh Satreskrim polres TTU.

“Jadi saat direkrut awal itu belum disiapkan tiketnya,nanti sampai di Kupang ditampung beberapa hari dulu baru diurus tiket keberangkatannya,” jelas AKP Sujud.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking Polres TTU TTU
Previous ArticleToko Putra Bahari Yamaha di Labuan Bajo Dilahap Si Jago Merah
Next Article Kadis P dan K NTT: Sekolah Tatap Muka di NTT Dimulai Bulan Mei 2021

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.