Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Pisang Bawa Berkah Bagi Onta
Figure

Pisang Bawa Berkah Bagi Onta

By Redaksi4 Mei 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kosmas Ndora (55), petani pisang asal Sopang Rajong, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) yang berhasil meraup pendapatan minimal satu juta per bulan (Foto: Agustinus Lebe)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Berkat keuletannya, Onta mampu meraup pundi-pundi rupiah dari pohon pisang. Tidak main-main, ia mampu meraup pendapatan minimal satu juta per bulan.

Pemilik nama lengkap Kosmas Ndora itu memanfaatkan lahan kosong miliknya untuk menanam beragam pohon pisang.

Onta sendiri merupakan warga asal Sopang Rajong, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Ia menanam pisang setelah bertemu dengan seseorang penjual di Pasar Aimere pada empat tahun lalu.

Kala itu, Onta pergi ke pasar untuk berbelanja. Sesampai di pasar, pria 55 tahun itu mendapat motivasi dari salah satu penjual.

Motivasi itu seputar berbagai keungulan yang diperoleh dari usaha menanam pisang.

“Saya melihat pengusaha pisang di Wae Lengga banyak sekali. Dari situ saya tertarik dan mencoba menanam pisang di Sopang Rajong,” kata Onta saat bertemu di kebun pisangnya, Senin (19/04/2021) lalu.

Ia menanam pisang bukan sekaligus, tetapi secara perlahan di atas luas lahan dua hektare.

Buah dari kerja kerasnya, kini Onta bisa memanen hasil buah pisang dengan pendapatan minimal satu juta per bulan.

Selama menanam pisang ia mengaku tidak mengalami kesulitan penjualan. Hal itu karena para pembeli selalu siap ketika dihubungi.

Mereka siap menjemput dan mengangkut pisang milik Onta ketika musim panen tiba.

“Pasar penampung pisang ini sangat terbuka lebar. Jadi, kita tak perlu ragu lagi untuk menanam pisang sebanyak-banyaknnya. Cukup tinggal panggil oto, mereka akan datang mengambil pisang kita,” kata Onta.

Tidak hanya itu, ada juga kemudahan lain ketika menggeluti usaha menanam pisang. Kemudahan itu, kata dia, terletak pada ongkos atau biaya yang dikeluarkan.

Menurut Onta, menggeluti usaha menanam pisang tidak membutuhkan modal yang banyak. Pemeliharaannya sangat sederhana.

Hama dan gulma pun nyaris tidak ada. Bahkan lahan bisa ditumpangi dengan tanaman lain.

“Menanam pisang jauh lebih menguntungkan ketimbang kerja sawah. Jadi kita jangan hanya fokus pada kerja sawah. Apalagi banyak lahan yang masih kosong. Untuk itu saya mengharapkan anak muda untuk bisa bergelut di usaha pisang,” harap Onta.

Di samping berbagai kemudahan tersebut, ada hal penting yang menjadi keluhan Onta.

Menurut dia, Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur dituntut untuk lebih memperhatikan instruktur jalan yang menghubungkan Waelengga hingga Sopang Rajong.

Pasalnya, setiap kali musim hujan tiba ia kerap mengalami kesulitan melakukan penjualan pisang karena kondisi infrastruktur yang sangat parah.

Untuk itu, ia mengharapkan agar pemerintah secepatnya menyelesaikan pembangunan instruktur jalan dari Waelengga hingga Sopang Rajong.

“Saat ini saya mengalami kesulitan menjual pisang di pasar karena jalan belum bisa lewat kendaraan kalau musin hujan. Sedangkan kalau musin kemarau kendaran bisa sampai lahan pisang. Untuk itu saya mengharapkan kepada pemerintah untuk bisa mengerjakan jalan sampai tuntas jalur Waelengga-Sopang Rajong karena jalur ini merupakan jalan akses kami ke pasar,” kata Onta.

Ia kemudian berpesan kepada warga Sopang Rajong dan sekitarnya yang hendak membeli dan berdiskusi seputar pengelolaan pisang agar mendatanginya di kebun pisang yang berlokasi di Naga Sari, Sawah Wae Mokel.

Kontributor: Agustinus Lebe
Editor: Ardy Abba

Matim
Previous ArticleSidang Pemeriksaan Saksi, Air Mata Fery Adu Tumpah di Hadapan Hakim
Next Article Kasus Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal, Polres TTU Limpahkan Berkas Tahap 1 ke Jaksa

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.