Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Israel Tuding Dana Sumbangan Uni Eropa Disalurkan ke Kelompok Teroris Palestina
INTERNASIONAL

Israel Tuding Dana Sumbangan Uni Eropa Disalurkan ke Kelompok Teroris Palestina

By Redaksi8 Mei 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Palestina dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) mengambil bagian dalam pertunjukan militer di Gaza (Dok.Reuters)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT – Negara Israel menuding dana sumbangan dari Uni Eropa disalurkan ke Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Ini adalah kelompok bersenjata yang ditunjuk sebagai organisasi teroris oleh beberapa kekuatan dunia.

Seorang pejabat Israel mengatakan uang dari Swiss, Jerman, Belanda, Inggris, Belgia, Swedia, Spanyol dan Uni Eropa telah dialihkan ke organisasi teroris PFLP.

BACA JUGA: Israel Bisa Dikalahkan Hanya dengan Satu Pukulan

“Tidak ada pemerintah yang tahu ke mana uang itu pergi,” kata pejabat Israel itu dikutip PikiranRakyat. com dari The National News, Sabtu (08/05/2021).

Sementara Badan keamanan Israel Shin Bet mengklaim, tujuh kelompok bantuan Palestina yang bekerja di Tepi Barat telah ‘menipu dan mencurangi beberapa negara Eropa’ sebanyak jutaan euro karena telah membantu mendanai PFLP.

Shin Bet Israel mengatakan telah mengidentifikasi empat tersangka utama. Salah satunya, warga negara Spanyol Juana Rashmawi, muncul di pengadilan militer Israel pada Kamis, 6 Mei 2021.

BACA JUGA: Setelah Disuntik Vaksin Pfizer, Ratusan Warga Israel Terinfeksi Covid-19

Menurut badan keamanan Israel, kelompok kemanusiaan membengkakkan faktur, memalsukan dokumen bank, membuat proyek palsu dan meningkatkan gaji untuk menipu para pendonor.

Sedangkan, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan telah memanggil utusan negara-negara Eropa terkait.

Setelah dituding Israel, Uni Eropa UE kemudian menangguhkan dukungannya lewat dana kemanusian itu untuk dua proyek bantuan Palestina.

BACA JUGA: Ratusan Warga Israel Terinfeksi Covid-19 Setelah Disuntik Vaksin Pfizer, Begini Alasan Ahli

Penangguhan dua proyek bantuan yang sedang berjalan bertujuan agar memberi waktu untuk melakukan audit.

“Aturan Uni Eropa (UE) membuat partisipasi entitas, individu atau kelompok yang berafiliasi dengan organisasi teroris tidak sesuai dengan pendanaan UE mana pun,” kata juru bicara UE.

“Jika ada bukti jelas bahwa organisasi mana pun telah menggunakan dana UE secara tidak tepat, UE akan segera mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi integritas dan penggunaan dana yang tepat,” ujarnya.

Uni Eropa kemudian berjanji akan berdiri di garis depan upaya anti-terorisme. Semua negara Eropa yang disebutkan telah dihubungi untuk dimintai komentar.

BACA JUGA: Fakta Unik tentang Israel, Bangsa Pilihan Allah

Sementara, sumber di Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan ‘saat ini sedang meninjau informasi yang tersedia’ dan menganggap tuduhan dan indikasi hubungan dengan organisasi teroris dengan sangat serius.

Sumber itu menambahkan, utusannya di Tel Aviv belum diundang ke Kementerian Luar Negeri Israel untuk membahas topik tersebut.

“Kami menyambut baik dialog substansial dengan otoritas Israel tentang pengamanan dan keprihatinan khusus mereka mengenai pendanaan organisasi masyarakat sipil,” kata seorang juru bicara Uni Eropa.

“UE telah menawarkan, dan bermaksud untuk membangun, dialog yang matang tentang masalah-masalah ini. Tentu saja kami memeriksa setiap tuduhan yang dibuat. Kami sedang mempelajari materi spesifik yang dibagikan dengan kami,” katanya.

Kementerian Luar Negeri Swiss mengatakan, pihaknya secara menyeluruh memeriksa semua tuduhan terhadap organisasi yang didukungnya dan, jika dibuktikan, akan diambil tindakan.

BACA JUGA: Tim Ahli Israel Umumkan Temuan Vaksin Penangkal Virus Corona

Kemudian, Belanda mengatakan akan meninjau informasi yang diberikan oleh Israel dengan hati-hati, dengan berkonsultasi dengan pendonor negara-negara Eropa.

Sumber: PikiranRakyat. com
Editor: Ardy Abba

internasional Israel
Previous ArticleMenjadi Rektor Tidak Penting Seorang Profesor
Next Article FEC Bakal Gelar Pertandingan Sepak Bola, Juara I Diberi Hadiah 20 Juta

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.