Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tunda Launching Proyek Gara-gara Tidak Sesuai RAB, Apa Motif Bupati Robi?
Regional NTT

Tunda Launching Proyek Gara-gara Tidak Sesuai RAB, Apa Motif Bupati Robi?

By Redaksi26 Juni 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Sikka, Robi Idong saat menunda launching proyek lantaran lubang fondasi turap tak sesuai RAB (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Bupati Sikka Robi Idong melakukan aksi mengejutkan pada Kamis (24/06/2021). Peletakan batu pertama pertanda launching proyek infrastruktur turap dan jalan ruas Baomekot-Ohe, Kecamatan Hewokloang sempat ditunda lantaran tidak sesuai RAB.

“Kita tunda dulu sampai lubang galian disesuaikan dengan RAB. Kalau sudah siap sore kita kembali ke sini. Masyarakat harus awasi,” ujar Bupati Robi kepada VoxNtt.com di Baomekot.

Pantauan VoxNtt.com kurang lebih pukul 14.30 waktu setempat, tokoh adat sudah memulai launching dengan ritual adat.

Tiba tahapan peletakan batu pertama, Bupati Robi yang didampingi Wakil Bupati Romanus Woga meminta lubang galian turap diukur.

Hasil pengukuran dinilai tidak sesuai desain seharusnya ukuran lubang galian fondasi turap yakni 1×1 meter.

Alhasil, Bupati, Wakil Bupati beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Aibura, Kecamatan Waigete untuk launching proyek infrastruktur lainnya.

Baru pada sore harinya, Robi Idong kembali ke Baomekot untuk melakukan peletakan batu pertama.

Pembangunan turap di Desa Baomekot tersebut merupakan bagian dari Proyek Peningkatan Jalan Kewapante-Habibola senilai Rp5.113.480.000.

Pembiayaan proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2021 dengan lama masa kerja 180 hari.

Robi Idong mengaku tidak ingin ada masalah muncul belakangan berkaitan dengan proyek pembangunan di Sikka.

Menurutnya, uang rakyat harus digunakan dengan baik di antaranya untuk menyediakan fasilitas dan infrastruktur dasar yang memadai.

Untuk itu masyarakat diminta melaporkan langsung kepada dirinya melalui nomor telepon yang telah dituliskan pada baliho yang ada di lokasi proyek.

“Ini uang rakyat jadi rakyat tolong bantu awasi. Kalau ada yang tidak beres tegur atau laporkan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Robi Idong juga ingin Konsultan Pengawas menjelaskan kepada masyarakat luas bagaimana teknis pengerjaan proyek.

“Ukurannya berapa, campurannya bagaimana, ketebalan aspal bagaimana, semua harus dijelaskan sehingga rakyat bisa turut mengawasi karena rakyat yang akan menggunakan fasilitas tersebut,” tegasnya.

Jaminan Pengawas

Perwakilan PT Prima Subur selaku Pelaksana Proyek, Burhanudin tidak mempersoalkan tindakan bupati.

Ia memaklumi keinginan Bupati Robi agar proyek menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.

“Tidak apa. Kami maklum. Tetapi kan kemarin sore Pak Bupati kembali datang untuk peletakkan batu pertama. Waktu sambutan beliau sampaikan apresiasi karena kontraktor mau menyesuaikan,” ujarnya kepada VoxNtt.com melalui telepon, Jumat (25/06/2021).

Perwakilan PT. Prima Subur, selaku kontraktor pelaksana proyek, Burhanudin.

Ditambahkannya, pekerjaan turap tersebut terdiri atas 5 segmen. Segmen pertama untuk jalur Baomekot-Ohe sepanjang 2,1 km.

Dirinya menggunakan pekerja lokal dari Desa Baomekot dan Desa Rubit. Untuk sementara mereka masih mengerjakan turap pengaman. Peningkatan jalan baru akan dikerjakan pada Agustus mendatang.

Sementara itu, Konsultan Pengawas dari CV Timor Raya Kornelis Rey Kesar menegaskan dirinya siap menjamin pengerjaan proyek sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan.

“Saya datang pertama langsung cek tukangnya dari mana. Saya juga orang sini, tukang juga pakai orang sini. Saya ingatkan mereka tidak boleh melenceng dari hitungan 4×1 (campuran,-red),” tegasnya, Kamis (24/06/2021).

Terkait lubang fondasi yang tidak sesuai ukuran menurutnya, itu dikarenakan tali yang digunakan sebagai ukuran tidak dipasang sehingga terlihat lebih rendah pada sisi luar.

“Ini kan tanahnya miring jadi mengikuti kemiringan tanah. Harusnya ada benang untuk menyesuaikan. Ini ada bekas galian,” terangnya sambil menunjuk ke sisi dinding lubang bagian dalam.

Meski demikian, para pekerja tetap menggali kembali lubang tersebut untuk menambahkan kekurangan sekitar 20 cm.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Robi Idong Sikka
Previous ArticleDandim Sikka Minta Masyarakat Agar Laporkan Anggota TNI yang Buat Kesalahan
Next Article Bupati TTS: Pemkab Belum Terlambat Serahkan Dokumen KUA-PPAS

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.