Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»‍Bupati Agas: Kader Posyandu, PAUD dan KBK Terus Bekerja Sama
Regional NTT

‍Bupati Agas: Kader Posyandu, PAUD dan KBK Terus Bekerja Sama

By Redaksi15 Juli 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Agas saat pembukaan Bimtek Kader Posyandu yang Berholistik Integratif dengan PAUD dan Kader BKB (Bina Keluarga Balita) se-Kabupaten Manggarai Timur tahun anggaran 2021, yang berlangsung di Aula Hotel Krisna Kembur, Rabu (15/07/2021).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bupati Manggarai Timur (Matim) Agas Andreas mengatakan, keberadaan posyandu dengan berbagai kegiatannya selama ini telah terbukti sangat membantu menekan masalah-masalah kesehatan di Indonesia termasuk di kabupaten yang sedang dipimpinnya.

Posyandu sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Demikian pula dengan adanya PAUD yang turut berperan sebagai wadah yang sangat membantu melatih mental dan menggali potensi anak-anak usia dini, sebelum mereka mesasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Bupati Agas saat pembukaan Bimtek Kader Posyandu yang Berholistik Integratif dengan PAUD dan Kader BKB (Bina Keluarga Balita) se-Kabupaten Manggarai Timur tahun anggaran 2021, yang berlangsung di Aula Hotel Krisna Kembur, Rabu (15/07/2021).

Menurut Bupati Agas, kegiatan posyandu yang holistik adalah revitalisasi posyandu mandiri yang dintegrasikan dengan jenis layanan sosial lainnya secara terpadu.

“Posyandu yang ideal untuk saat sekarang adalah Posyandu yang holistik dan integratif di mana sudah ada kegiatan PAUD dan BKB di dalamnya,” katanya.

Bupati Agas pun berharap agar para kader posyandu, PAUD, dan KBK terus bekerja sama  dengan semangat dan sukarela, membantu pemerintah mensukseskan program-program kerja demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Ketua TP-PKK Matim Theresia Wisang Agas mengatakan, holistik integratif merupakan paduan dari beberapa kegiatan, misalnya ada kegiatan posyandu bisa juga sekalian dengan kegiatan BKB dan PAUD. Sehingga, menurut Thereia, dari segi waktu dan tenaga hemat tetapi manfaatnya besar.

“Yang diharapkan kader-kader yang ikut pelatihan hari ini, pertama setelah mereka memperoleh pengetahuan dan juga keterampilan, pulang mereka bisa terapkan apa yang mereka peroleh dari pelatihan ini diantaranya, pulang mereka harus  bangun komunikasi dengan baik, dengan kepala desa dan juga stafnya, denga seluruh anggota masyarakat dan tua-tua adat yang berperan di masyarakat untuk bersama-sama memprogramkan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan posyandu, Bina Keluarga Balita, dan juga PAUD,” ujar Theresa.

Sehingga menurut Theresia, masalah stunting, kematian ibu dan anak bisa teratasi, dan untuk peningkatan ekonomi atau kesejahteraan.

Semetara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Matim Gaspar Nanggar mendorong kepala desa untuk memperkuat kelembagaan PKK.

Menurut Gaspar, kegiatan operasional PKK bisa diintervensi oleh desa, hanya saja disesuaikan dengan anggaran Dana Desa (DD).

“PKK ini, jujur saja, dia sudah untuk mengangkat derajat kesehatan, lalu untuk pendidikan,” ujar Gaspar.

Hal yang paling penting menurut dia, pemerintah desa tidak boleh menyepelehkan program kegiatan PKK di desa. Jika PKK bergerak dengan baik maka sebagian program desa sudah bisa berjalan. Dengan demikian, Dana Desa lebih banyak fokus ke infrastruktur.

“Sumber daya manusia juga penting untuk kita tingkatkan, sehingga kedua-duanya harus sejalan,” tutup Gaspar.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Agas Andreas Manggarai Timur Matim
Previous ArticleDibantu Ansy Lema dan KKP, Keuskupan Ruteng Sukses Panen Ikan Lele
Next Article HUT Adhyaksa, Kejari Manggarai Vaksin 200 Warga Matim

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.