Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Dibantu Ansy Lema dan KKP, Keuskupan Ruteng Sukses Panen Ikan Lele
Ekbis

Dibantu Ansy Lema dan KKP, Keuskupan Ruteng Sukses Panen Ikan Lele

By Redaksi15 Juli 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tempat budi daya ikan lele sistem bioflok milik Keuskupan Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Keuskupan Ruteng sukses melakukan panen kedua ikan lele budi daya sistem bioflok sebesar 300 kilogram.

Budi daya sistem bioflok tersebut adalah program bantuan hasil kerja sama anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Selasa, 11 Juli 2021, kami memanen ikan lele budi daya sistem bioflok untuk kedua kalinya. Panen kedua ini mencapai total 300 kilogram ikan lele yang dijual atau dipasarkan,” ujar Ekonom Keuskupan Ruteng Romo Alo Jhonson, Pr di Ruteng, Rabu (12/07/2021).

Panen Kedua Lele

Romo Alo bercerita, Keuskupan Ruteng menerima bantuan sistem bioflok dari Ansy Lema dan KKP sebesar Rp188,289 juta pada November 2020.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun tempat budi daya ikan lele, mengadakan bibit, obat dan pakan.

“Setelah pencairan, tim dari KKP turun langsung melakukan survei, turut membangun tempat budi daya ikan lele, serta melakukan pelatihan dan pendampingan budidaya ikan lele,” lanjut Romo Alo.

Romo Alo menambahkan, kerja keras Keuskupan Ruteng dalam membudidaya ikan lele sistem bioflok berhasil.

Hasil panen perdana dibagikan gratis untuk konsumsi sehat karyawan/karyawati Keuskupan Ruteng saat pandemi.

Untuk panen kedua, Keuskupan Ruteng mulai menjual dengan harga Rp50.000 per kilogram. Maka total penjualan ikan lele saat panen kedua mencapai Rp15 juta.

“Ikan lele dipasarkan ke warung-warung, masyarakat Kota Ruteng penikmat lele, dan karyawan/ karyawati keuskupan. Air sisa budi daya ikan lele digunakan untuk menyiram tanaman kopi dan sayur sebagai sumber pupuk organik,” kata Romo Alo.

Mengomentari kesuksesan panen kedua, anggota DPR RI Ansy Lema mengaku sangat gembira dan mengapresiasi antusiasme, kerja keras, komitmen para pastor dan karyawan-karyawati untuk terus melanjutkan budi daya ikan lele sistem bioflok.

“Apalagi saat badai Seroja, saya diinfokan bahwa angin merusak kolam dan rumah budi daya. Artinya, Keuskupan Ruteng cepat bangkit untuk memperbaiki bagian-bagian rusak, yang berujung kesuksesan panen kedua,” ujar Ansy.

Ansy menginformasikan, pada tahun 2020 menyalurkan empat bantuan bioflok di tiga wilayah Flores, yaitu Keuskupan Ruteng, Seminari Pius XII Kisol (Manggarai Timur), dan dua paket untuk Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero (Sikka). Penerima bantuan sudah sukses panen perdana dan memasuki panen kedua.

“Saya akan membantu apa yang bisa saya lakukan untuk masyarakat NTT. Budi daya lele menggunakan sistem bioflok akan bermanfaat besar bagi kelompok penerima secara khusus dan masyarakat secara luas,” lanjut Ansy.

Menurut Ansy, keberhasilan Keuskupan Ruteng memanen ikan lele sistem bioflok menjadi bukti konkret potensi besar pengembangan budi daya ikan air tawar di NTT karena didukung besarnya permintaan pasar. Karena itu, Ansy berkomitmen untuk terus mendorong KKP agar serius memajukan perikanan budi daya di NTT.

“KKP harus mengalokasikan anggaran untuk membantu pembudidaya ikan di NTT agar semakin berkembang dan berdaya,” tutupnya.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Keuskupan Ruteng Manggarai Timur Matim
Previous Article‍‍Kasus Covid-19 di Elar Selatan Mulai Terkendali, Pasien Sembuh Terus Bertambah
Next Article ‍Bupati Agas: Kader Posyandu, PAUD dan KBK Terus Bekerja Sama

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.