Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Soal Pembangunan di TNK, Presiden Jokowi dan Gubernur Viktor Disebut “Centeng” Negara yang Mengabdi kepada Pemodal
HEADLINE

Soal Pembangunan di TNK, Presiden Jokowi dan Gubernur Viktor Disebut “Centeng” Negara yang Mengabdi kepada Pemodal

By Redaksi7 Agustus 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Joko Widodo dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Polemik pembangunan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terus bergulir.

Belum lama ini, Komite Warisan Dunia UNESCO meminta Pemerintah Indonesia untuk menghentikan semua proyek infrastruktur pariwisata di kawasan TNK.

Permintaan tersebut tertuang dalam dokumen Komite Warisan Dunia UNESCO bernomor WHC/21/44.COM/7B yang diterbitkan setelah konvensi online pada 16-31 Juli 2021.

Hingga kini gelombangan penolakan terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman.

Menurut Ferdy, UNESCO ingin merawat kelangsungan Komodo, sementara Presiden Joko Widodo dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ingin menyerahkan pengolahan Taman Nasional Komodo ke konglomerat dan oligarki.

Ia menjelaskan, ada dua logika berpikir berbeda dan sangat mempengaruhi kelangsungan hidup biawak ajaib Komodo di Tanah Congka Sae.

Pertama, pemerintah beranggapan bahwa TNK perlu dibangun infrastuktur dengan cara mengundang investor agar merawat TNK dan membuat pengunjung nyaman, komodo berkembang.

Kedua, UNESCO tidak ingin ada segala macam pembangunan yang merusak alam karena ditakutkan Komodo akan punah.

“Lebih mengerikan ternyata informasi UU Omnibus Law menjadi pertimbangan UNESCO dalam urusan AMDAL, karena Undang-undang itu sangat pro investor,” ujar Ferdy dalam Channel Youtube, Narasi dari Timur.

Ia menjelaskan, sejak diumumkan oleh pemerintah, sebagian pihak mengungkapkan kekhawatiran pembangunan proyek pariwisata Jurassic Park dan pembangunan lainnya yang mengancam kelestarian ekosistem dan konservasi satwa langkah Komodo.

UNESCO, lanjut Ferdy, berpikir kelangsungan hidup Komodo. Sementara pemerintah Joko Widodo dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berpikir bagaimana mendatangkan banyak uang dan pengunjung yang masuk ke TNK agar meningkatkan penerimaan Negara, yang mana proyeksinya sebesar Rp24 triliun tahun 2004.

Pemerintah model begini sering dikatakan oleh parah ahli sebagai “Centeng” Negara yang mengabdi kepada kaum pemodal.

“Saya tentu lebih percaya logika UNESCO karena lebih holistik dan komperenshif melihat persoalan, sementara logika Presiden Jokowi dan Gubernur Laiskodat tentu saya tak percaya,” tegasnya.

“Betapa picik dan jahatnya cara berpikir seorang Presiden Jokowi dan Gubernur Laiskodat memandang manusia, jadi hentikan segala macam kebijakan perusak habitat Komodo,” tutup Ferdy

Penulis: Eman Nok
Editor: Ardy Abba

Ferdy Hasiman Joko widodo Jokowi Komodo Kota Kupang TNK Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticleSoal Pemberian Izin Alfamart, Bupati TTU Diminta Komitmen dengan Kesepakatan
Next Article Penuhi Usulan Puskesmas, Yeni Veronika Kembali Antar Sumbangan Fasilitas Kesehatan

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.